Jumat 06 Jan 2023 12:01 WIB

Pemkot Bogor Berencana Bongkar JPO Paledang

Pemkot Bogor berencana untuk membongkat jempata penyeberangan orang Paledang.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Kereta melintas di perlintasan Paledang, Kota Bogor,Jawa Barat. Pemkot Bogor berencana untuk membongkat jempata penyeberangan orang Paledang.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Kereta melintas di perlintasan Paledang, Kota Bogor,Jawa Barat. Pemkot Bogor berencana untuk membongkat jempata penyeberangan orang Paledang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Dalam rencana jangka panjang, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, akan dibongkar. Hal itu dilakukan seiring dengan dibangunnya sky bridge atau jembatan layang, yang menghubungkan Stasiun Bogor, Alun-Alun, dan Stasiun Paledang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengajukan penghapusan aset JPO Paledang sejak tahun lalu. “Tapi memang membutuhkan proses administrasi untuk bisa sampai kita bongkar,” kata Dedie kepada Republika, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga

Dedie mengatakan, diperkirakan Pemkot Bogor akan memilih waktu tertentu untuk menutup Jalan Kapten Muslihat saat pembongkaran JPO dilakukan. Mengingat akan terjadi kemacetan akibat alat berat yang akan digunakan untuk pembongkaran.

“Karena memang ini ada konstruksi yang masif, yang harus mungkin nanti memerlukan alat berat untuk pemindahannya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan pembongkaran JPO Paledang akan dilakukan setelah sky bridge yang dibangun Badan Pengelola Perkeretaapian (BTP) Bandung selesai. Sebab, ada 46 ribu orang setiap harinya yang memanfaatkan akses JPO tersebut menuju Stasiun Bogor.

Dia menjelaskan, dari informasi yang didapatnya dari Kepala Stasiun Bogor, para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang turun di pintu keluar Jalan Mayor Oking jumlahnya mencapai 46 ribu orang. Namun, penumpang yang turun di pintu keluar Alun-Alun Kota Bogor ada sekitar 20 ribu orang.

“Ya diselesaikan dulu skybridge-nya. Kalau sekarang (dibongkar) nggak mampu. Nanti kalau sudah (jadi) skybridge sambil kita berpikir mampu menampung nggak untuk alurnya,” kata Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement