Selasa 18 Apr 2023 18:24 WIB

Wakil Walkot Bogor Minta Banjir Cibuluh Ditangani Secara Menyeluruh

Wakil Walkot Bogor meminta banjir di Cibuluh ditangani secara menyeluruh.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah guru dan pegawai sekolah membersihkan meja dan kursi yang basah pasca banjir di SMK Nusantara, Kota Bogor, Jawa Barat. Wakil Walkot Bogor meminta banjir di Cibuluh ditangani secara menyeluruh.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Sejumlah guru dan pegawai sekolah membersihkan meja dan kursi yang basah pasca banjir di SMK Nusantara, Kota Bogor, Jawa Barat. Wakil Walkot Bogor meminta banjir di Cibuluh ditangani secara menyeluruh.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Warga Kelurahan Cibuluh dan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciheuleut. Oleh karenanya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta banjir di lokasi tersebut ditangani dengan penanganan yang holistik atau menyeluruh.

Dedie menyebutkan, luapan banjir tersebut berada di lokasi pembangunan Gedung Pendidikan Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO). Pada dasarnya warga menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan gedung tersebut, namun di sisi lain warga mengharapkan perhatian dari proses yang ada.

Baca Juga

Dia menjelaskan, melihat lahan yang ada merupakan penampang basah, semi rawa atau area penampungan air. Selain itu sampah yang menyumbat di jembatan sementara merupakan ulah dari perilaku masyarakat, membuang sampah sembarangan ke sungai sebagai yang utama, sehingga terakumulasi yang pada akhirnya menyumbat saluran.

“Selanjutnya dari paparan yang disampaikan, terlihat adanya penyempitan aliran sungai di ujung-ujung, dari atas ada sampah dan dibawah ada penyempitan sungai,” kata Dedie dalam keterangannya, Selasa (18/4/2023).

 

Kepada aparatur wilayah, Dedie meminta untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan mendeteksi titik-titik penyempitan yang ada sepanjang Sungai Ciheuleut berkoordinasi dengan RT, RW dan lurah lain agar tidak menghambat aliran sungai. Selanjutnya diperlukan normalisasi secara utuh.

“Untuk kolam retensi agar efektif kedalamannya harus diperhatikan, pintu airnya perlu dimodifikasi atau kolamnya di modifikasi menjadi parkir air, sehingga menjadi kontrol dan menjadi solusi jangka menengah. Jadi kontrolnya ada di sini,” tegas Dedie.

Penjelasan dan penanganan juga disampaikan pihak kontraktor maupun pihak konsultan manajemen terkait dinamika yang ada. Penanganan banjir berupa pembangunan jembatan permanen dari jembatan sementara segera akan dibuat.

Direncanakan, kata Dedie, setelah Idul Fitri penanganan tersebut akan final dari sisi anggarannya. Kurang lebih butuh waktu tiga hingga empat bulan ke depan sudah mulai dilakukan konstruksi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement