Sabtu 24 Dec 2022 00:14 WIB

Pj Gubernur DKI Sebut Bendungan Ciawi-Sukamahi akan Reduksi Debit Air Ciliwung

Bendungan Ciawi-Sukamahi dinilai bisa mengurangi banjir DKI Jakarta

Red: Nur Aini
Suasana proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2021 akan diselesaikan proyek 13 bendungan di Indonesia dan angka itu bagian dari target pembangunan 61 bendungan selama periode 2020-2024.
Foto: ANTARA /Yulius Satria Wijaya
Suasana proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2021 akan diselesaikan proyek 13 bendungan di Indonesia dan angka itu bagian dari target pembangunan 61 bendungan selama periode 2020-2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan bendungan kering yang mampu mereduksi debit air Sungai Ciliwung ketika musim penghujan tiba. "Bendungan kering atau disebut dry dam, pertama di Indonesia kini dihadirkan sebagai bentuk kesungguhan pemerintah dalam mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek," kata Heru di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/12/2022).

Menurut dia, kehadiran dua bendungan itu memberikan optimisme bahwa banjir di Ibu Kota bisa diupayakan penanganannya. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo dan jajaran Kementerian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemprov Jawa Barat, pemerintah dan masyarakat Bogor, serta para kontraktor.

Baca Juga

Pembangunan dua bendungan ini merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI yang masuk dalam rencana induk sistem pengendalian banjir Jakarta. Dengan fungsi khusus tersebut, kedua bendungan ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bendungan Ciawi mulai dibangun secara bertahap sejak tahun 2016 yang memiliki volume tampung 6,05 juta meter kubik dan luas genangan 39,49 hektare. Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.

Bendungan Ciawi sendiri dapat mereduksi air Sungai Ciliwung sebelum sampai ke Jakarta dengan kapasitas 111,75 meter kubik per detik. Sedangkan Bendungan Sukamahi pembangunannya dimulai sejak tahun 2017 ini, dapat mereduksi air sebesar 15,47 meter kubik per detik. Sementara itu, di hilir Kota Jakarta sedang dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung.

Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI Jakarta juga telah menyelesaikan penambahan pintu air Manggarai dan Karet, serta tengah menyelesaikan Sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang berlokasi di Hulu Sungai Ciliwung ini dapat dikembangkan menjadi destinasi pariwisata. Kedua kawasan bendungan ini telah ditata sedemikian rupa karena diproyeksikan sebagai wisata pendidikan atau ekowisata, lengkap dengan hutan dan konservasi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement