Selasa 22 Nov 2022 19:08 WIB

RSUD Ciawi Terima Pasien Korban Gempa Cianjur

Ada tujuh pasien korban gempa Cianjur yang dirawat di RSUD Ciawi.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang pria bereaksi saat memeriksa kerusakan akibat gempa Senin di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia Selasa, 22 November 2022. Gempa telah merobohkan bangunan di pulau utama padat penduduk Indonesia, menewaskan sejumlah orang dan melukai ratusan lainnya.
Foto: AP Photo/Tatan Syuflana
Seorang pria bereaksi saat memeriksa kerusakan akibat gempa Senin di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia Selasa, 22 November 2022. Gempa telah merobohkan bangunan di pulau utama padat penduduk Indonesia, menewaskan sejumlah orang dan melukai ratusan lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor menyiapkan 30 tempat tidur untuk pasien korban gempa Cianjur. Hingga saat ini, tercatat ada tujuh pasien korban gempa Cianjur yang dirawat di RSUD Ciawi.

Wakil Direktur RSUD Ciawi, Vitrie Winastri, mengatakan pasien yang dirawat paling muda berusia 3 tahun dan yang tertua berusia 52 tahun. Pasien yang dirawat mulai dari kasus cidera kepala, patah tulang juga dan ada yang luka-luka. 

Baca Juga

“Satu pasien dalam kondisi berat di rawat di ICU dan yang lainnya di ruang rawat biasa. Selanjutnya tindakan perawatan oleh dokter bedah syaraf yang kepala. Yang patah tulang oleh dokter bedah ortopedi, sudah dioperasi,” ujar Vitrie di RSUD Ciawi, Selasa (22/11/2022).

Vitrie menyebutkan, seluruh pasien dirawat di Ruang Teratai A yang memang diperuntukkan sementara untuk korban gempa dari Cianjur. Adapun alasan pasien dirujuk ke RSUD Ciawi karena kondisi rumah sakit di Cianjur tidak memungkinkan pelayanan operasi.

 

“Mudah mudahan tidak ada lagi (korban). Kalau pun ada kami sudah siap untuk menerima, membantu pasien yang dirujuk dari Cianjur,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, kesiapan obat-obatan juga sudah disiapkan pihak rumah sakit sesuai kebutuhan pasien. Termasuk peralatan operasi dan untuk korban patah tulang.

Terkait pembiayaan, Vitrie mengakui hal tersebut masih dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Kendati demikian, RSUD Ciawi dan RSUD Cileungsi sudah siap untuk menerima pasien.

“Sedang dikoordinasikan. Kepala dinas masih berkoordinasi,” ujarnya.

Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement