Jumat 28 Oct 2022 04:00 WIB

Pengamat: Sanksi ke Ganjar untuk Buat PDIP Solid

Sanksi dinilai untuk mendamaikan kubu Puan dan Ganjar.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) usai memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang mengaku siap menjadi calon presiden (capres) di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (24/10).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) usai memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang mengaku siap menjadi calon presiden (capres) di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (24/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, mengungkapkan sejak Ganjar Pranowo memasarkan diri sebagai capres dan didukung oleh sejumlah relawan suara kader PDIP terbelah. Karena itu menurutnya sanksi yang dijatuhkan PDIP terhadap Ganjar adalah upaya untuk membuat PDIP kembali solid.

"Usaha-usaha sanksi ini kan sebenarnya untuk membuat suara kader kembali solid. Ini usaha untuk mendamaikan antara kubu Ganjar dan kubu Mbak Puan kalau menurut saya," kata Kunto kepada Republika.co.id, Kamis (27/10).

Baca Juga

Sementara sanksi yang sama diberikan terhadap Dewan Kolonel yang mendukung menyukseskan pencapresan Puan. Oleh karena itu menurutnya sanksi tersebut merupakan jalan tengah yang dilakukan PDIP.

"(Pemberian sanksi) ini usaha jalan tengah untuk membangun itu tadi soliditas suara kader di PDIP, tapi kan kita tahu bahwa kompetisi di antara keduanya masih berlangsung dan ya kita berharap yang terbaik buat PDIP," tuturnya.

Sebelumnya PDIP memberikan sanksi teguran kepada Ganjar Pranowo. Tidak hanya itu PDIP juga memberikan sanksi teguran keras dan terakhir kepada Ketua DPC PDIP Solo lantaran menyatakan mendukung pencapresan Ganjar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement