Rabu 26 Oct 2022 18:43 WIB

Menhub Restui Rencana Akuisisi KCI oleh MRT Jakarta

MRT Jakarta berencana mengakuisisi 51 persen saham KCI dari PT KAI.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ratna Puspita
Penumpang KRL Commuter Line memadati eskalator stasiun saat transit di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (30/5/2022). Kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai itu imbas dari perubahan rute dan pola operasi KRL Commuter Line Jabodetabek.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Penumpang KRL Commuter Line memadati eskalator stasiun saat transit di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (30/5/2022). Kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai itu imbas dari perubahan rute dan pola operasi KRL Commuter Line Jabodetabek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan restu rencana akuisisi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta. Rencananya, MRT Jakarta sebagai BUMD di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengakuisisi 51 persen saham KCI dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai upaya integrasi transportasi di Jakarta.

“Belum lagi berkaitan dengan servis, belum lagi soal upaya untuk integrasi dengan moda lain. Saya dukung upaya integrasi, sinergi, akuisisi, atau apapun itu,” kata Budi saat ditemui di Gedung Kemenhub, Rabu (26/10/2022). 

Baca Juga

Budi menuturkan jika akuisisi dilakukan maka bakal ada langkah aspek finansial dan legal yang perlu dilakukan. Budi menuturkan sudah melakukan pembicaraan dengan pihak terkait mengenai akuisisi tersebut. 

“Saya sudah sampaikan kedua belah pihak ke KAI sudah, ke Pak Heru (penjabat gubernur DKI Jakarta) saya sampaikan. Mudah-mudahan semua bisa teratasi,” tutur Budi. 

 

Secara umum, Budi menilai, suatu kota membutuhkan kesamaan antarmoda. Budi menuturkan, harus ada kesetaraan antarmoda dengan konsep merger atau akuisisi. 

“Tapi, ini kan dua institusi, satu di bawah DKI, satu lagi di bawah Kemenhub. Saya sudah mulai jembatani kepada Pj Gubernur untuk melakukan pembicaraan antara KCI dan MRT. Mudah-mudahan berhasil,” ungkap Budi. 

Budi menilai, tanpa kerja sama akan sulit untuk memberikan pelayanan yang terintegrasi. Budi menuturkan salah satu pelayanan, yakni meningkatkan headway dengan akuisisi dan integrasi tersebut. 

Pakar Transportasi Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas tegas menolak akuisisi tersebut. “Integrasi yes, tapi akuisisi no,” ucap Darmaningtyas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement