Jumat 23 Sep 2022 07:44 WIB

Pandemi Covid-19 tidak Bisa Diakhiri Pemerintah Sendirian

Satgas nilai dibutuhkan kesadaran publik untuk bersama mengakhiri pandemi Covid-19.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari
Warga berjalan di dekat mural Covid-19 di kawasan Cikoko, Cawang, Jakarta. Upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 harus dilakukan bersama-sama seluruh elemen masyarakat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga berjalan di dekat mural Covid-19 di kawasan Cikoko, Cawang, Jakarta. Upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 harus dilakukan bersama-sama seluruh elemen masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, kesiapan dalam mengakhiri pandemi dan memulai transisi ke endemi memerlukan dukungan kesadaran masyarakat dan juga kesiapan pemerintah daerah. Kesadaran masyarakat ini dapat terefleksikan dari cakupan vaksinasi Covid-19, khususnya dosis ketiga.

“Kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya dan orang lain dapat terefleksi dari cakupan vaksinasi Covid khususnya dosis ketiga,” kata Wiku saat konferensi pers, dikutip pada Jumat (23/9/2022).

Baca Juga

Namun sayangnya, kenaikan angka cakupan vaksinasi booster saat ini masih belum signifikan meskipun pemerintah sudah memberlakukan aturan wajib booster untuk bepergian dan memasuki tempat umum. Wiku mengatakan, sejak diberlakukannya program booster pada awal tahun, cakupan vaksinasi booster hingga saat ini baru mencapai sebesar 26 persen.

“Pengaturan wajib booster yang dikeluarkan 26 Agustus lalu juga belum mampu menaikkan cakupan vaksin booster secara signifikan. Ditandai dari kenaikan cakupan yang kurang dari 1 persen,” jelas Wiku.

 

Karena itu, menurut Wiku, masih diperlukan kehati-hatian dalam memutuskan untuk mengakhiri pandemi.

“Kita perlu melihat perspektif yang lebih luas dan lebih dalam dari aspek kesiapan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahnya untuk bersama-sama bertanggung jawab mencegah terjadinya kenaikan kasus di kemudian hari,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement