Rabu 14 Sep 2022 10:43 WIB

Lapar Jadi Alasan Dani Memutilasi dan Memakan Kucing Hamil

Ketika lapar pada malam hari, Dani melihat kucing dan penasaran rasa dagingnya.

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita
Seorang pemuda asal Bengkulu Utara bernama Rahmat Dani (26 tahun) beralasan ia kelaparan ketika memutilasi seekor kucing hamil lalu memasak dan memakannya dagingnya.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Seorang pemuda asal Bengkulu Utara bernama Rahmat Dani (26 tahun) beralasan ia kelaparan ketika memutilasi seekor kucing hamil lalu memasak dan memakannya dagingnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pemuda asal Bengkulu Utara bernama Rahmat Dani (26 tahun) menghebohkan jagat dunia maya dengan memutilasi seekor kucing hamil lalu memasak dan memakannya dagingnya. Akibatnya, Dani harus berurusan dengan pihak kepolisian. 

"Alasannya ini yang bersangkutan pertama karena dia merasa kondisinya sedang kelaparan pada malam hari itu," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu Utara AKP Teguh Ari Aji saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga

Menurut Teguh, pelaku mengaku pada saat kejadian tidak ada makanan yang bisa disantapnya. Kemudian, secara kebetulan, dia melihat seekor kucing sehingga terpikir untuk memakan hewan berkaki empat tersebut. 

Selain itu, Teguh mengatakan, pelaku mengaku sangat penasaran dengan rasa daging kucing tersebut. "Ketika itu kata dia, tidak ada makanan, makanya dia itu melihat kucing. Dia penasaran makan daging kucing seperti apa," kata Teguh

 

Dani sempat menghebohkan jagat dunia maya dengan memposting hasil aksi mutilasinya. Dalam video singkatnya yang diunggah pelaku di akun Instagran @danirahmat.01, kucing itu dikuliti dan dimutilasi. 

Bahkan, tiga janin kucing juga turut korban. Namun, unggahan tersebut dihapus usai viral di media sosis

“Pengalaman saya menyembelih kucing selama saya hidup, ini saya akan lanjutkan untuk memasaknya. Karena telah disempurnakan oleh ALLAH SWT. Khusus untuk saya hari ini karena kelaparan,” demikian seperti dikutip dari akun Facebook Dani Rachmat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement