Kamis 16 Jun 2022 19:15 WIB

Ketua Majelis Syuro PKS Tegaskan Membesarkan Indonesia Butuh Kolaborasi

PKS membuka diri untuk siapapun yang ingin berjuang dengan PKS.

Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri (ketiga kanan) bersama jajaran pengurus PKS saat bersilaturahim dengan tokoh se-Provinsi Lampung, Kamis (16/6/2022).
Foto: Istimewa
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri (ketiga kanan) bersama jajaran pengurus PKS saat bersilaturahim dengan tokoh se-Provinsi Lampung, Kamis (16/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri menegaskan, membesarkan Indonesia tidak bisa dilakukan satu kelompok saja. Menurutnya, membesarkan Indonesia harus dilakukan secara bersama-sama. Hal ini disampaikan Salim Segaf Aljufri dalam orasi kebangsaan 'Kolaborasi Melayani Indonesia' saat bersilaturahim dengan tokoh se-Lampung.

"Indonesia ini negara besar. 17.508 pulau. Ratusan suku bangsa, adat, dan bahasa. Banyak agama dan keyakinan. Untuk menyatukan perlu kebersamaan, persatuan, dan kesatuan," ujar Dr Salim dalam keterangan, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga

Menteri Sosial periode 2009-2014 ini menambahkan, belajar dari para pendiri bangsa di masa-masa perjuangan, mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, beda agama, beda suku, beda budaya, tetapi bisa bersatu mewujudkan Indonesia merdeka. "Hanya saja sampai dengan hari ini kita belum bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang dicanangkan oleh para pendiri bangsa. Apa masalahnya? Jawabnya, kurangnya kolaborasi dan kebersamaan diantara kita," ujarnya.

PKS menegaskan terus menggalang semangat kolaborasi melayani Indonesia dengan seluruh elemen bangsa apapun latar belakang suku, agama, profesi, dan golongannya. Salim Segaf menuturkan, dirinya memastikan ingin menjadikan PKS milik bangsa Indonesia.

 

"Silakan para tokoh apapun latarnya gunakan PKS untuk berjuang mewujudkan cita-cita nasional. PKS sangat terbuka. Yang mau aktif di PKS silakan, yang mau jadi caleg PKS silakan," ajaknya.

Duta Besar RI Untuk Arab Saudi dan Kerajaan Oman 2005-2009 ini menilai kebersamaan adalah kunci keberhasilan kita untuk mewujudkan cita-cita bangsa. "Saya pernah jadi dubes empat tahun, prihatin negara kita image-nya mengirim pembantu rumah tangga ke luar negeri. Padahal kita punya sumber daya manusia yang melimpah dan berkualitas," tegasnya.

Kita juga perlu introspeksi diri, UUD 1945 mengamanatkan kita untuk aktif dalam upaya menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Inilah pikiran besar para pendiri bangsa. Tapi realitasnya hari ini kita tidak bisa berbuat banyak di pentas dunia, padahal kita pernah menjadi inisiator KTT Asia Afrika yang memerdekakan bangsa-bangsa di dunia.

Dr Salim mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan dan kejayaan Indonesia. Menurutnya, beda partai, beda ormas, beda latar belakang, bukan alasan untuk terus mencari titik temu. "Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur," tegas Dr Salim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement