Ahad 30 Jan 2022 18:58 WIB

Hujan Disertai Angin Kencang Picu Rumah Warga Rangkasbitung Ambruk

Sepanjang Januari 2022, ada 218 rumah warga terdampak gempa dan angin kencang.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang roboh di Kampung Sentral RT 03, RW 11, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Ahad (30/1/2022) sekitar pukul 16.30 WIB.
Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang roboh di Kampung Sentral RT 03, RW 11, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Ahad (30/1/2022) sekitar pukul 16.30 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Hujan lebat disertai angin kencang memorak-porandakan rumah warga Kampung Sentral RT 03, RW 11, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Ahad (30/1/2022) sekitar pukul 16.30 WIB. Beberapa rumah itu pun kondisinya sampai ambruk.

"Kondisi rumah roboh hingga rata dengan tanah setelah diterjang cuaca buruk itu," kata Erni (45 tahun), pemilik rumah di Kampung Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Ahad. Peristiwa robohnya rumah itu ketika dalam kondisi kosong, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Baca Juga

Saat ini, Erni bersama keluarga tinggal di rumah orang tuanya. Dengan kondisi rumah yang roboh hingga rata dengan tanah dan diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 120 juta. "Kami merasa bingung untuk kembali membangun rumah yang roboh itu," katanya.

Menurut Erni, kondisi rumah itu memang sudah lama tidak diperbaiki. Sehingga kayu penyangga bagian atap sudah lapuk dan temboknya retak. Kemungkinan, sambung dia, karena kondisi seperti itu yang mengakibatkan rumahnya roboh setelah hujan lebat disertai angin kencang.

Beruntung, Erni bersama keluarga kala itu sedang tinggal di rumah orang tua. "Kami berharap akibat bencana yang merobohkan rumahnya itu ia mendapatkan bantuan dana stimulan untuk mengurangi beban ekonomi," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan rumah warga Sentral Rangkasbitung. BPBD Kabupaten Lebak sepanjang Januari 2022 mencatat 218 rumah warga terdampak bencana gempa, angin kencang, dan pergerakan tanah.

"Kami minta warga dapat meningkatkan kewaspadaan sehubungan potensi cuaca ekstrem itu terjadi hingga beberapa hari ke depan," kata Febby.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement