Jumat 18 Nov 2022 15:56 WIB

BPBD Minta Nelayan Lebak Waspada Gelombang Empat Meter

Gelombang setinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Banten membuat nelayan tak melaut.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Ombak besar di pesisir Perairan Bagedur, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020), membuat nelayan tak berani melaut.
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Ombak besar di pesisir Perairan Bagedur, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020), membuat nelayan tak berani melaut.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Para nelayan di Kabupaten Lebak diminta mewaspadai gelombang setinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Banten. Hal itu karena bisa menimbulkan kecelakaan laut bagi nelayan yang mencari ikan.

"Peringatan kewaspadaan gelombang tinggi juga pada masyarakat, pelaku pelayaran, dan wisatawan, dilarang berenang di sekitar pantai," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (18/11/2022).

Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, gelombang tinggi terjadi di Selat Sunda bagian barat dan selatan Banten antara 2,5-4 meter. Sedangkan gelombang yang lebih tinggi, antara 4-6 meter berpeluang di Samudra Hindia selatan Banten.

Dengan kondisi demikian, kata dia, nelayan tradisional yang menggunakan perahu 'kincang' tentu cukup berbahaya jika melaut dengangelombang tinggi empat meter. Agus menyebutkan, suhu udara 23-31 derajat Celsius, kelembaban udara 65-95 persen, dan kecepatan angin dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 5-45 km per jam membuat risiko bagi nelayan yang melaut.

"Kami meyakini cuaca buruk di selatan Banten patut diwaspadai dan nelayan, pelaku pelayaran dan wisatawan hati-hati jika melaut maupun berenang di sekitar pantai," kata Agus.

Sejumlah nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kabupaten Lebak mengaku sejak tiga hari terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi di selatan Banten hingga mencapai empatmeter. "Kami lebih baik tidak melaut, selain cuaca buruk juga tangkapan tidak ada," kata Ahmad, seorang nelayan di TPI Binuangeun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement