Senin 27 Dec 2021 08:39 WIB

Omicron Terdeteksi, Luhut: Kasus Covid-19 di Indonesia Tetap Rendah

Tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian masih cukup terkendali.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini masih tetap rendah sejak puncak kasus kedua akibat lonjakan varian Delta.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini masih tetap rendah sejak puncak kasus kedua akibat lonjakan varian Delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini masih tetap rendah sejak puncak kasus kedua akibat lonjakan varian Delta. Ia menyebut, hingga kini belum terlihat adanya indikasi peningkatan kasus akibat gelombang Omicron.

“Sejak puncak kasus varian Delta pada 15 Juli lalu dan hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi peningkatan kasus akibat gelombang Omicron,” ujar Luhut saat konferensi pers perkembangan PPKM yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/12).

Baca Juga

Selain itu, hingga saat ini tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian masih cukup terkendali. Menurut Luhut, terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia ini seiring dengan upaya pemerintah yang terus memperketat pengawasan di pintu masuk kedatangan guna mencegah masuknya varian Omicron.

Di antaranya yakni memperketat karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang diperkirakan akan melonjak pada awal tahun depan, serta menyiapkan Bandara Juanda sebagai alternatif pintu masuk dan pemenuhan logistik seluruh PPLN yang melakukan karantina di wisma.  

 

Pemerintah juga akan meningkatkan monitoring terhadap perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten kota. Luhut mengatakan, pengetatan kegiatan masyarakat baru akan dilakukan ketika jumlah kasus sudah melebihi threshold tertentu serta mempertimbangkan jumlah kasus harian dan juga perawatan di rumah sakit.

“Di saat bersamaan, pemerintah akan terus memperkuat testing dan tracing di Indonesia karena dalam beberapa hari terakhir terlihat adanya penurunan. Testing dan tracing akan membantu kita mengidentifikasi potensi penyebaran kasus dengan cepat dan mengisolasi penyebaran tersebut supaya tidak meluas,” jelas Luhut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement