Jumat 17 Dec 2021 16:21 WIB

Joseph Suryadi Akui Unggah Konten yang Nistakan Islam

Sebelumnya, dia tidak mengaku menistakan Islam dengan alasan HP hilang.

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto
Polda Metro Jaya memeriksa Joseph Suryadi.
Foto: Istimewa
Polda Metro Jaya memeriksa Joseph Suryadi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan menyampaikan, tersangka kasus dugaan penistaan agama, Joseph Suryadi akhirnya mengaku bahwa dirinya telah mengunggah konten yang menista Islam. Sebelumnya, dia tidak mengaku dengan alasan telepon genggamnya hilang.

"Yang bersangkutan sudah mengaku terkait dengan postingannya di media sosial yang merupakan penodaan maupun penistaan terhadap suatu agama," ujar Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/12).

Sebelumnya, Zulpan menyampaikan pihaknya telah menemukan barang bukti ponsel milik tersangka dugaan penista agama Joseph Suryadi yang diakuinya telah hilang. Disebutnya, ponsel tersebut sengaja disembunyikan di dalam gudang untuk menghilangkan barang bukti. 

 

photo
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan. - (Republika/Ali Mansur)

 

"Penyidik telah amankan dan menemukan barbuk HP yang kemarin sempat disampaikan yang bersangkutan hilang sekarang hpnya sudah kami amankan didapat di suatu tempat yang disembunyikan oleh tersangka," ungkap Zulpan.

Menurut Zulpan, penemuan ponsel itu memperkuat bukti yang ada. Sebab, di ponsel tersebut masih ada pembicaraan seputar kasus Joseph. Sebelumnya, tersangka penista agama Joseph Suryadi sempat mengaku bahwa ponselnya telah hilang. Polisi pastikan Joseph bohong. 

"Dengan ditemukan ini bisa terlihat di situ pembicaraanya, uploadnya yang pernah dia upload terkait dengan unsur tindak pidana, penodaan agama ada disitu dan belum terhapus," kata dia. 

Zulpan menegaskan, meski Joseph mengaku ponsel miliknya telah hilang, tetapi rekam jejak digital tidak bisa dibohongi. Apalagi, hasil pemeriksaan rekam jejak digital di hape milik tersangka memang terdapat kalimat-kalimat seperti yang dilaporkan pelapor yakni menistakan agama tertentu. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement