Rabu 22 Sep 2021 15:45 WIB

Polda Masih Meneliti Bukti Kasus Penembakan di Tangerang

Polda Metro Jaya meminta kepada masyarakat untuk bersabar. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya masih meneliti barang bukti kasus penembakan yang menewaskan ketua majelis taklim berinisial A di Pinang, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu (18/9). Personel Laboratorium Forensik Kepolisian juga sedang meneliti proyektil peluru yang menewaskan korban untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan dalam kasus tersebut.

"Kami masih mengumpulkan barang bukti yang ada baik keterangan saksi, CCTV kami analisa, alat-alat bukti termasuk proyektil yang masih diperiksa laboratorium forensik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Rabu (22/9).

Baca Juga

Yusri meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Kepolisian segera menyampaikan apabila ada informasi terbaru mengenai penyidikan kasusnya.

"Sampai saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman, penajaman di lapangan, bergerak terus untuk kumpulkan barang bukti yang ada dan analisa yang sudah dikumpulkan, dimohon kesabaran," katanya.

Penyidik Kepolisian telah memeriksa lima orang saksi terkait kasus penembakan pada Sabtu (18/9) yang menewaskan ketua majelis taklim berinisial A di Pinang, Kota Tangerang. "Kita sudah memeriksa beberapa saksi termasuk pihak keluarga dan tetangga serta yang terakhir bersama, ada sekitar lima saksi," kata dia.

Selain memeriksa saksi, penyidik Polres Metro Kota Tangerang dan Polda Metro Jaya juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Hasil olah TKP awal juga menemukan proyektil peluru yang menembus tubuh korban dan bersarang di pintu rumah korban.

Proyektil peluru tersebut nantinya dianalisis untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan pelaku. "Tim masih menganalisa CCTV karena kejadian sudah mulai gelap dan termasuk proyektil, karena penembakan itu menembus dan proyektil sempat menyasar ke pintu rumah korban. Tim Labfor sedang menganalisa untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku," ujarnya.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mulya Pinang, Kota Tangerang. Namun korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.17 WIB. Polisi menduga pelaku penembakan tersebut berjumlah dua orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement