Rabu 08 Sep 2021 07:19 WIB

Kasus Melandai, Wiku: Belajar dari Pengalaman Lonjakan Kasus

Fase ini paling berat karena pemerintah dan masyarakat diuji kedisiplinannya.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hiru Muhammad
Warga berdoa di makam keluarga yang meninggal karena COVID-19 di TPU khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (24/8/2021). Setelah sempat mengalami lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 yang pernah mencapai lima puluh orang per hari yang dimakamkan pada bulan juni dan juli, menurut petugas makam sejak bulan Agustu ini kasus kematian mengalami penurunan hingga tidak lebih dari lima jenazah dimakamkan.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Warga berdoa di makam keluarga yang meninggal karena COVID-19 di TPU khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (24/8/2021). Setelah sempat mengalami lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 yang pernah mencapai lima puluh orang per hari yang dimakamkan pada bulan juni dan juli, menurut petugas makam sejak bulan Agustu ini kasus kematian mengalami penurunan hingga tidak lebih dari lima jenazah dimakamkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat agar tak lengah menghadapi potensi kenaikan kasus yang masih bisa kembali terjadi. Ia pun meminta masyarakat agar belajar dari pengalaman dalam menghadapi lonjakan kasus sebelumnya di mana fase yang terberat adalah fase ketika kasus mulai melandai.

“Fase ini paling berat karena di sinilah seluruh lapisan pemerintah dan masyarakat diuji kedisiplinan dan ketahanannya untuk mempertahankan situasi yang telah melandai ini agar tidak kembali mengalami lonjakan kasus,” kata Wiku saat konferensi pers.

Menurutnya, pembukaan secara bertahap aktivitas sosial ekonomi menuju kehidupan normal baru bisa dijadikan momentum untuk melakukan refleksi di mana kondisi saat ini menjadi lebih baik dibandingkan saat terjadinya lonjakan tinggi kasus Covid-19.

“Renungan ini seharusnya lebih dari cukup untuk membuat kita tidak lengah dan terus disiplin protokol kesehatan karena tentunya kita tidak mau kembali ke keadaan itu lagi,” tambahnya.

Wiku mengingatkan, cara termudah dan paling efektif untuk segera mengakhiri pandemi ini yakni dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga meminta kebijaksanaan masyarakat dalam menyikapi perbaikan kasus Covid-19 saat ini.

“Penting untuk diingat, masih ada potensi kenaikan kasus apabila kita tidak bijaksana menyikapi masa-masa ini. Hendaknya kita selalu mengingat bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat,” ujar Wiku.

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement