Rabu 25 Aug 2021 04:22 WIB

Indramayu Tempati Lima Besar Percepatan Vaksinasi Covid-19

Daerah lain ialah Kota Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sumedang.

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi nelayan di tempat pelelangan ikan Misaya Mina, Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Senin (9/8/2021). Selain melakukan peninjauan vaksinasi, Menteri KKP juga memberikan bantuan sembako bagi nelayan yang terdampak Pandemi COVID-19.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi nelayan di tempat pelelangan ikan Misaya Mina, Eretan Wetan, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Senin (9/8/2021). Selain melakukan peninjauan vaksinasi, Menteri KKP juga memberikan bantuan sembako bagi nelayan yang terdampak Pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU--Kabupaten Indramayu menempati posisi lima besar percepatan vaksinasi Covid-19 di Jabar. Kegiatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan setiap hari di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Capaian vaksinasi di Kabupaten Indramayu itu terlihat dari cakupan percepatan vaksinasi di Jawa Barat dalam seminggu terakhir, yang dirilis Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), Senin (23/8) malam.

Dalam rilis tersebut, Kabupaten Indramayu masuk dalam lima besar kabupaten/kota dengan kenaikan persentase cakupan vaksinasi tujuh hari kebelakang. Selain Kabupaten Indramayu, empat daerah lainnya adalah Kota Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, membenarkan hal itu. Dia menyebutkan, dalam tujuh hari terakhir, pertumbuhan (growth) cakupan vaksinasi di Kabupaten Indramayu mencapai  9,75 persen.‘’Cakupan vaksinasi tujuh hari kebelakang mencapai 9,75 persen. Sedangkan cakupan saat ini 10,76 persen dan pertumbuhan cakupan vaksinasi 10,33 persen,’’ kata Deden, Selasa (24/8).

Deden menjelaskan, kenaikan cakupan vaksinasi itu tak lepas dari arahan Bupati Indramayu, Nina Agustina, agar melakukan vaksinasi Covid-19 seluas-luasnya kepada masyarakat Indramayu. Untuk itu, sejak seminggu yang lalu, pihaknya menambahkan jumlah vaksin dari berbagai sumber, tempat/sentra vaksinasi, kecepatan dari fasilitas kesehatan yang sudah ada, serta menambah jumlah fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi.

‘’Kita menambah jumlah fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi, baik FKTP (klinik) maupun FKTL (rumah sakit). Dari yang semula hanya di puskesmas dan RS Bhayangkara saja, kini di beberapa rumah sakit serta klinik juga melakukan vaksinasi Covid-19,’’ terang Deden.

Deden menyebutkan, saat ini ada sepuluh rumah sakit dan sekitar sepuluh klinik yang tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu yang aktif melakukan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi itu digelar di sejumlah lokasi, seperti sekolah dan perkantoran.

Sedangkan kecepatan vaksinasi/kuota pelayanan dari fasilitas kesehatan yang sudah ada, juga dilakukan penambahan. Yakni, dari yang semula hanya 100 orang per hari kini menjadi 150-200 per hari.

Deden menambahkan, naiknya cakupan vaksinasi juga tercapai berkat koordinasi yang baik antara Pemkab Indramayu dengan Forkopimda dan pihak swasta. Ditambah lagi, kesadaran masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi juga meningkat.

Deden pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu mensukseskan vaksinasi Covid-19 secara massal. Terutama para sukarelawan yang berasal dari Akper Saifuddin Juhri, Polindra, dan Stikes Indramayu. 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement