Senin 24 May 2021 15:49 WIB

Varian Baru Covid-19 yang Terus Ditemukan di Indonesia

Kasus terbaru varian asal Inggris ditemukan pada pasien di Batam.

Dua orang bocah mengayuh sepedanya di dekat mural bertema Covid-19. Varian baru Covid-19 terus ditemukan di sejumlah kota di Indonesia.
Foto: Antara/Bayu Pratama S
Dua orang bocah mengayuh sepedanya di dekat mural bertema Covid-19. Varian baru Covid-19 terus ditemukan di sejumlah kota di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Bowo Pribadi, Rr Laeny Sulistyawati, Antara

Kasus baru dari varian Covid-19 B117 Inggris kembali ditemukan di Tanah Air. Bapelitbangkes memastikan menemukan sampel varian B117 dari warga Kota Batam.

Baca Juga

"Virus untuk strain sejenis yang ditemukan di Inggris juga ditemukan di Batam," kata Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam, Budi Santoso, Senin (24/5). Ia mengatakan telah mendiskusikan temuan itu dengan Kementerian Kesehatan pada Ahad (23/5).

Varian Covid-19 baru itu, kata dia, ditemukan pada seorang warga Batam yang dirawat di RS Awal Bros Batam sejak 22 April 2021. BTKLPP menerima sampelnya pada 23 April 2021 dan mengirimnya ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan pada 29 April 2021.

Pasien telah dinyatakan sembuh dan meninggalkan rumah sakit pada 28 April 2021. "Bagaimana mekanisme penularannya nanti ditanyakan ke Dinas Kesehatan, termasuk bagaimana tindak lanjutnya. Karena pasiennya sudah pulang," kata dia.

Ia mengatakan, yang perlu ditelusuri adalah apakah sudah ada penularan varian barua itu di Batam, saat pasien masih terpapar virus. Mengenai lambatnya hasil Balitbangkes, ia mengatakan karena proses pemeriksaan relatif rumit.

Sementara itu, untuk 130 sampel lainnya, dinyatakan virus SARS-CoV-2, atau Covid-19 yang memang sudah beredar di mastarakat. BTKLPP Batam terus mengirimkan sampel ke Jakarta untuk mengetahui jenis varian Covid-19 yang terkandung dalam tubuh pasien di Batam.

Budi menyatakan pihaknya mengirimkan sampel dengan nilai CT di bawah 29. "Ini sedang kami kumpulkan. Pada bulan ini, Mei kalau sudah mencukupi, 30 kami kirim," kata dia. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan masih mengumpulkan informasi mengenai adanya varian baru Covid-19 di daerah setempat.

Dari Jawa Tengah dilaporkan, Gubernur Ganjar Pranowo mengonfirmasi varian baru Covid-19 dari India, B1617.2, telah masuk ke Jawa Tengah. Ini diketahui dari hasil tes whole genome sequencing (WGS) terhadap 13 anak buah kapal  (ABK) asal Filipina yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Cilacap, beberapa waktu lalu.

"Hasil tes terhadap ABK asal Filipina menunjukkan, mereka positif terkonfirmasi Covid-19 varian baru dari India," ungkapnya, usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Demak serta Sragen, di Semarang, Senin (24/5).

Terkait hal itu, gubernur meminta seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah mewaspadai munculnya varian baru Covid-19, yang penyebarannya begitu cepat tersebut. Tak terkecuali para kepala daerah yang baru dilantik, juga diingatkan untuk ikut mewaspadai penyebaran varian baru Covid-19 asal India tersebut.

Apalagi, bupati Demak maupun Bupati Sragen juga dokter, sehingga lebih tahu perihal urusan kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran varian baru Covid- 19.

"Saya minta semua kepala daerah hati- hati, karena varian baru di Cilacap sudah muncul. Jangan sampai menyebar," tegas Gubenur Jawa Tengah.

Di lain pihak, ia mengatakan terus memantau kondisi para tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap yang juga telah terkonfirmasi positif Covid-19. Semuanya (nakes) telah diperiksa dan juga telah dilakukan tes WGS di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kita belum tahu hasilnya seperti apa, mudah-mudahan tidak. Tapi seandainya iya, maka ini bukti  keganasan virus varian baru tersebut," teganya.

Ganjar juga menyebutkan, virus begitu cepatnya menyebar, dari sisi pasien dan nakes berhubungan itu nakesnya bisa ketularan. Hal itu membuktikan bahwa varian baru Covid-19 ini tidak main-main dan tingkat keganasannya tidak bisa diremehkan.

"Maka saya kembali minta negara melakukan evaluasi. Hubungan bisnis dengan banyak negara yang punya varian baru, saran saya hentikan sementara," tegasnya.

Kalau tidak bisa, lanjut gubernur, maka SOP yang ada, harus benar-benar bisa diperketat. "Saya hari ini rapat dengan pemerintah pusat, nanti akan saya sampaikan terkait hal ini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, 13 ABK berkewarganegaraan Filipina dipastikan positif terpapar varian baru Covid-19 asal India, B1617.2. Sebanyak 32 tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif, sedang dalam proses pemeriksaan lebih jauh, apakah juga terpapar varian baru Covid-19 tersebut.

Semua sudah diisolasi dan untuk para nakes, sedang dilakukan pemeriksaan WGS dan ini sedang menunggu hasilnya. "Mungkin dalam satu atau dua hari  ke depan sudah keluar," jelasnya.

Selain itu, Dinkes juga melakukan tracing kontak terhadap keluarga para nakes tersebut dan melakukan sterilisasi tempat-tempat yang ada di RSUD Cilacap," tandas Yulianto.

photo
Mutasi varian Covid-19 India - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement