Sabtu 24 Apr 2021 02:25 WIB

Tumbuhkan Minat Baca dengan Buku Favorit Anak

Buku digital diharapkan bisa meningkatkan minat baca.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda
buku digital. Ilustrasi
Foto: windipress.com
buku digital. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, mengatakan buku digital diharapkan bisa meningkatkan minat baca. Menurutnya, beberapa krisis terkait dunia baca harus diatasi seperti distribusi dan juga krisis minat baca.

"Ini yang harus mungkin diinvestigasi lebih lanjut. Kita bukan hanya krisis dari sisi distribusi dan logistik buku. Kita juga harus memantau ada krisis minat baca, yang harus kita tangani juga," kata Nadiem, saat menjadi pembicara di acara Hari Buku Internasional: Buku Digital Wajah Masa Depan Pengetahuan, Jumat (23/4).

Baca Juga

Di dalam fasilitas buku digital, kata dia, calon pembaca akan lebih mudah mencari buku yang diinginkan. Selain itu, variasi buku yang terdapat di toko buku digital juga lebih banyak dari toko buku konvensional.

Menurutnya, dalam menumbuhkan minat membaca, perlu dibuat suatu sistem yang bisa mendukung anak suka membaca. Sistem ini bisa dibangun di fasilitas toko buku digital. MIsalnya dengan membuat kemungkinan seseorang mengatur personalisasi pencarian buku di toko digital tersebut.

 

"Kalau untuk perpustakaan, atau toko buku itu ada orang lain yang menentukan ini lho pajangannya. Sedangkan menu digital, dimana bukunya lebih banyak, potensi untuk konversi pertama kali itu ada, lalu dia ketagihan dengan buku," kata dia.

Nadiem berpendapat, hal yang perlu didorong pertama kali untuk anak agar meningkatkan minat baca adalah membuat mereka tertarik membaca buku. Maka, penting untuk menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kesukaan mereka.

"Yang penting jatuh cinta baca dulu. Itu yang penting," kata Nadiem menambahkan.

Deputy Country Representative The Asia Foundation Indonesia, Hana Satriyo mengatakan berdasarkan pemantauannya, anak-anak akan bosan jika di perpustakaan koleksi bukunya sedikit. Namun, di satu sisi perpustakaan di daerah terpencil memiliki kesulitan untuk memenuhi koleksinya.

Jika koleksi buku di perpustakaan tidak memadai, maka dengan sendirinya anak akan kehilangan minat mereka dalam membaca. "Dia akan mencari yang lain yang lebih mentrigger rasa ingin tahu mereka. Kalau misalnya dengan buku digital, kita bisa capai itu," kata Hana. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement