Senin 05 Apr 2021 18:59 WIB

Airlangga: 15 Daerah PPKM Mikro Alami Penurunan Kasus Covid

Menko Airlangga menyebut hanya Banten yang alami kenaikan kasus

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto menyebut, perkembangan kasus Covid-19 kini semakin menurun di daerah-daerah yang menerapkan kebijakan PPKM mikro.
Foto: Istimewa
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto menyebut, perkembangan kasus Covid-19 kini semakin menurun di daerah-daerah yang menerapkan kebijakan PPKM mikro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto menyebut, perkembangan kasus Covid-19 kini semakin menurun di daerah-daerah yang menerapkan kebijakan PPKM mikro.

Dari 15 provinsi yang menerapkan PPKM mikro, hanya satu provinsi yakni Banten yang masih mengalami kenaikan. Sedangkan kasus di 14 provinsi lainnya yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara terus menurun.

Baca Juga

"Kalau kita lihat dari 15 provinsi yang melakukan PPKM, hampir seluruh provinsi mengalami penurunan. Kecuali Banten, Banten yang terjadi kenaikan dan karena memang Banten semula hanya Tangerang Raya, dan sekarang sudah seluruh provinsi," jelas Airlangga saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4).

Namun demikian, menurut dia, Provinsi Banten saat ini terus memasifkan pelaksanaan testing di wilayahnya guna menekan kasus penularan. Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan perpanjangan penerapan PPKM mikro pun akan diperluas di lima provinsi lainnya. Yakni di Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua.

 

Sehingga total terdapat 20 provinsi yang akan menerapkan kebijakan PPKM mikro pada 6-19 April."Pemerintah memperbesar wilayah provinsi yang ikut PPKM yaitu dengan data yang ada baik itu terkait dengan kasus sembuh, meninggal, aktif, kemudian total kumulatif kasus maka pemerintah menambahkan lima daerah lagi," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement