Selasa 15 Sep 2020 23:37 WIB

Kades Diminta Fokus Atasi Kemiskinan dari Dana Desa

Alokasi Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun atau meningkat 1,1 persen. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar
Foto: Kemendes
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan alokasi Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun atau meningkat 1,1 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 71,2 triliun. Karena itu, ia meminta kepala desa fokus mengatasi kemiskinan.

Abdul Halim atau Gus Menteri meminta kepala desa maksimal dalam menggunakan uang negara tersebut. Penggunaan dana desa lebih sederhana dari sebelumnya, kepala desa cukup mengacu pada 17 Sustainable Development Goalsatau (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Baca Juga

"Contoh, desa yang kita harapkan atau yang kita tuju adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan," kata Gus Menteri dalam kegiatan Konsultasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021 yang dihadiri 45 kepala desa asal Kabupaten Karawang, Selasa (15/9).

Gus Menteri melanjutkan, pihaknya akan segara menerbitkan Peraturan Menteri (Permendes) yang bakal menjadi acuan para kepala desa dalam menggunakan Dana Desa, ia memastikan lebih sederhana dibandingkan sebelum-sebelumnya. Menurut Gus Menteri, dengan Permendes itu, kepala desa tidak perlu kebingungan lagi karena di dalamnya akan dijabarkan target maupun indikator yang menjadi prioritas pembangunan desa yang menggunakan Dana Desa.

"Misalnya, ada kepala desa yang ingin desanya menjadi desa sehat dan sejahtera. Ukurannya Peraturan Menteri, ada arahannya, targetnya, dan indikator yang telah dicapai, kalau mau ngambil target itu," ujar dia.

Kementerian Desa, kata Gus Menteri, sifatnya hanya membuatkan rambu-rambu pembangunan desa, selebihnya kepala desa diberikan kebebasan untuk improvisasi yang akan menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan desa masing-masing. Lebih lanjut, Gus Menteri mengingatkan kepala desa agar selalu memperhatikan akar budaya desa masing-masing saat merencanakan pembangunan desa.

"Artinya apa, seluruh perencanaan pembangunan di desa masing-masing harus bertumpu pada adat budaya yang ada di desa kita itu, yang disebut dengan kearifan lokal, supaya tradisi kita tetap bertahan," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement