Selasa 01 Sep 2020 21:00 WIB

Kebakaran Gudang Polytron Masih Berlangsung

Kebakaran diduga berasal dari gudang biji plastik Polytron.

Kebakaran Gudang Polytron Masih Berlangsung. Asap mengepul dari sebuah pabrik elektronik PT Hartono Istana Teknologi yang terbakar,  di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Belum diketahui penyebab, kerugian, serta korban jiwa pada peristiwa terbakarnya sejumlah gudang di area pabrik yang memproduksi peralatan elektronik bermerk Polytron itu, hingga pukul 18:30 WIB belasan mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak dibantu Kota Semarang masih berupaya memadamkan kobaran api.
Foto: ANTARA/Aji Styawan
Kebakaran Gudang Polytron Masih Berlangsung. Asap mengepul dari sebuah pabrik elektronik PT Hartono Istana Teknologi yang terbakar, di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Belum diketahui penyebab, kerugian, serta korban jiwa pada peristiwa terbakarnya sejumlah gudang di area pabrik yang memproduksi peralatan elektronik bermerk Polytron itu, hingga pukul 18:30 WIB belasan mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak dibantu Kota Semarang masih berupaya memadamkan kobaran api.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Kebakaran masih melanda gudang di kompleks pabrik milik PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang berlokasi di Jalan Semarang-Demak, Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga Selasa malam (1/9).

Kebakaran di kawasan perusahaan elektronik yang berlokasi di jalur Pantura tersebut terjadi sejak pukul 13.30 WIB. Kapolres Demak AKBP Andika Bayu Adhitama mengatakan dugaan awal api berasal dari gudang biji plastik.

Baca Juga

Kebakaran setidaknya sudah melalap tiga gudang di kompleks industri tersebut. "Sudah diantisipasi agar tidak merembet ke bangunan lainnya," katanya.

Belasan mobil pemadam kebakaran dari wilayah Demak, Kota Semarang, dan Kudus dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Peristiwa itu menyebabkan kemacetan lalu lintas dari arah Demak dan Kota Semarang.

 

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement