Senin 24 Aug 2020 11:27 WIB

Kapolres Sumedang Fasilitasi Balita Penderita Hidrosefalus

Bayi Andin menderita penyakit  hidrosefalus sejak masih dalam kandungan.  

Rep: Djoko Suceno/ Red: Agus Yulianto
Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laskmana memberikan bantuan sembako dan fasilitasi penyembuhan penderita hidrosefalus.
Foto: Dok. Polres Sumedang
Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laskmana memberikan bantuan sembako dan fasilitasi penyembuhan penderita hidrosefalus.

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Raut wajah pasangan suami–istri Dadan Kardani (50 tahun)-Yuli Istianah terlihat sumringah. Warga Lingkungan Palasari,  RT  01/14 Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, ini memiliki harapan baru akan kesembuhan anaknya Andin Putri (11 bulan). Balita bungsu dari tiga bersaudara ini menderita penyakit pembekakan kepala (hidrosefalus) sejak masih dalam kandungan.  

Harapan itu  muncul saat Kapolres Sumedang,  AKBP Dwi Indra Laksmana menyambangi rumah Dadan dalam rangka memberikan bantuan sosial bagi warga terdampak  Covid-19, Sabtu (22/8). Selain memberikan bantuan paket sembako dan uang tunia, AKBP Dwi Indra langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk melakukan penanganan lebih lanjut atas kondisi Andin.

Koordinasi langsung dilakukan saat itu juga di rumah Dadan. Kapolres menghubungi Dinas Kesehatan serta pihak terkait. Langkah sigap tersebut dilakukan agar pasien mendapatkan perhatian dan penanganan secara maksimal. 

photo
Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laskmana memberikan bantuan sembako dan fasilitasi penyembuhan penderita hidrosefalus. - ( Dok. Polres Sumedang)

"Saya ingin memastikan balita cantik ini memperoleh fasilitas kesehatan,  karena penderita masih diwajibkan untuk rawat jalan secara rutin," ujar Dwi Indra.

Terlebih, lanjut Indra, orangtua pasien merupakan kelompok masyarakat kurang mampu. Ia berharap dengan bantuan sosial serta koordinasi fasilitas kesehatan bisa meringankan beban orangtua pasien yang hanya bekerja sebagai buruh kasar.  

"Saya akan pantau proses rawat jalan terhadap balita ini. Semoga balita ini bisa sembuh dan sehat serta menjadi kebanggaan kedua orangtuanya," tutur dia.

Dadan Kardani yang disambangi Kapolres Sumedang mengaku, sangat gembira. Ia dan istrinya tak menyangka bakal didatangi perwira menengah ini ke rumah kontrakannya. "Tidak menyangka akan didatangi ke rumah. Saya dan istri sangat bahagia sekali mendapat bantuan sosial,’’ ujar dia kepada Republika.co.id,  Senin (24/8).

Menurut Dadan, bantuan berupa uang tunai akan digunakannya untuk membayar kontrakan yang sudah nunggak beberapa bulan. Sedangkan bantuan sembako, kata dia, sangat meringankan beban hidunya bebera bulan ke depan. 

"Sejak corona pekerjaan tidak ada. Sebelum corona biasanya tiap hari ada saja yang menyuruh  membuat kursi atau mebeler. Tapi sejak corona tak ada orderan," kata dia.

Sedangkan istri Dadan, Yuli Istianah, memiliki harapan anak peremuannya ini bisa tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya. Setelah menjalani operasi enam bulan lalu, Andin harus melakukan kontrol tiap bulan ke RSUD Sumedang. 

"Dari Kelurahan dan Dinas Kesehatan sangat membantu. Apalagi sekarang Pak Kapolres akan memantau langsung perkembangan Andin. Rabu besok saya ke rumah sakit lagi untuk kontrol Andin," tutur Yuli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement