Senin 01 Jan 2024 13:58 WIB

Gempa Sumedang, Tiga Wilayah Ini Terdampak Cukup Parah

Masyarakat Sumedang dan sekitarnya diminta tidak panik namun tetap waspada.

Kondisi rumah yang rusak pascagempa di Babakan Hurip, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad (31/12/2023). BPBD Kabupaten Sumedang mencatat, sebanyak 53 bangunan di Desa Babakan Hurip mengalami kerusakan serta 200 orang warga mengungsi pascagempa dengan magnitudo 4,8 di Kabupaten Sumedang.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Kondisi rumah yang rusak pascagempa di Babakan Hurip, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad (31/12/2023). BPBD Kabupaten Sumedang mencatat, sebanyak 53 bangunan di Desa Babakan Hurip mengalami kerusakan serta 200 orang warga mengungsi pascagempa dengan magnitudo 4,8 di Kabupaten Sumedang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman, menyatakan ada tiga wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa bumi di penghujung tahun 2023, yakni Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit.

Herman juga mengungkapkan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, terdapat 14 desa di wilayah Sumedang yang terdampak gempa bumi. Sebanyak 84 unit rumah rusak ringan hingga berat. Ada juga korban luka-luka tertimpa bangunan, namun tidak ada korban jiwa.

Baca Juga

BACA JUGA: Kiai Cholil: Orang yang Mengaji ke Syaiful Karim Berhenti Saja

"Tim sudah diturunkan ke lapangan dari BPBD, BMKG, dan pemda untuk asesmen, mendata kerusakan di lapangan. Sementara ini sudah terkendali, hanya beberapa warga terluka," kata Herman dalam keterangan di Bandung, Senin (1/1/2024).

Herman menuturkan dirinya juga menerima laporan dua rumah sakit ikut terdampak, yakni RSUD Sumedang dan RS Pakuwon. Pasien sempat dievakuasi ke luar rumah sakit dan dirawat di tenda darurat.

"Saat kejadian, di RSUD Sumedang terdapat 248 pasien rawat inap dan 83 pasien UGD. Bagian yang terdata rusak adalah paviliun dan ruangan VIP. Pasien saat ini aman dan disiapkan tenda darurat," ujar Herman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Atang Sutarno meluruskan kabar bohong yang menyebut perihal akan adanya gempa bumi susulan dengan kekuatan yang lebih besar. Dia menegaskan kabar gempa susulan itu adalah informasi yang tidak benar dan dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan akan terjadi gempa bumi.

Oleh sebab itu, Atang meminta kepada seluruh masyarakat Sumedang dan sekitarnya agar tidak panik namun tetap waspada, serta hanya memperbarui informasi terkait gempa bumi dan potensi bencana lainnya dari instansi pemerintah seperti BMKG, BNPB, BPBD dan Badan Geologi.

Tidak ada seorang ahli pun yang dapat memprediksi...

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement