Selasa 11 Aug 2020 14:25 WIB

Data 3,5 Juta Rekening Penerima Subsidi Gaji Sudah Masuk

Subsidi gaji pemerintah akan disampaikan langsung ke nomor rekening penerima.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kelancaran program subsidi gaji sangat bergantung pada data yang akan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Foto: Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kelancaran program subsidi gaji sangat bergantung pada data yang akan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan 3,5 juta dari pekerja telah mengumpulkan data rekening untuk program subsidi gaji bagi mereka yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta. Total ada 15,7 juta pekerja penerima program subsidi gaji dari pemerintah.

"Per hari ini sudah ada 3,5 juta pekerja kita yang sudah menyerahkan nomor rekeningnya. Mudah-mudahan kalau nomor rekening segera terdata dengan baik, mudah-mudahan bulan Agustus ini kita sudah bisa mulai," kata Ida ketika membuka dialog dengan sektor pariwisata yang dilakukan di Jakarta pada Selasa (11/8).

Baca Juga

Kelancaran program subsidi gaji itu, tegas Ida, akan sangat bergantung kepada data yang akan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 30 Juni 2020 merupakan salah satu syarat agar pekerja mendapatkan bantuan total Rp 2,4 juta itu.

Dia menegaskan semakin cepat data itu tersampaikan maka akan semakin cepat pula perputaran ekonomi terjadi. Berputarnya roda ekonomi adalah salah satu tujuan dari subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan yang diberikan kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

 

Pemerintah menargetkan akan memberikan subsidi kepada 15.725.232 orang pekerja, dari yang semula hanya 13.870.496 orang berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Anggaran untuk subsidi juga naik menjadi Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun.

"Yang paling dibutuhkan sekarang adalah pendataan nomor rekening, karena (subsidi) langsung kepada penerima jadi tidak melalui siapa-siapa, tidak melalui perusahaan. Itu yang sedang dikerjakan teman-teman BPJS Ketenagakerjaan," ujar Ida.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement