Jumat 03 Jul 2020 21:44 WIB

Anies: Yang Menarik dari Dompet Dhuafa Pendekatannya

Prinsip gerakan Dompet Dhuafa akan selalu diiringi dengan suasana gotong-royong

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan Dompet Dhuafa menarik karena pendekatan gerakannya. (foto ilustrasi).
Foto: Dok Bakti Mulya 400
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan Dompet Dhuafa menarik karena pendekatan gerakannya. (foto ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, hal yang menarik dari Dompet Dhuafa adalah pendekatan gerakannya. Anies saat membuka acara milad online organisasi sosial tersebut, Jumat (3/7), mengemukakan Dompet Dhuafa melibatkan semua, membuat merasa punya dan kepemilikan atas semua masalah.

Selanjutnya punya keterlibatan untuk semua bergerak langsung dan prinsip gerakan akan selalu diiringi dengan suasana gotong-royong. "Ini adalah jenis pendekatan yang harus dipertahankan. Semoga kerja bersama, kerja keras dan kerja ikhlas dari relawan Dompet Dhuafa akan menjadi berkah kita semua," katanya.

Baca Juga

Lembaga filantropi Dompet Dhuafa yang pada 2 Juli 2020 memasuki usia 27 tahun mengharapkan mampu memberi dampak sosial yang maksimal bagi masyarakat khususnya kaum ekonomi lemah.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi di Jakarta, Jumat mengatakan, setiap pemilik dana yang dititipkan kepada Dompet Dhuafa, baik berbentuk dana Zakat, Infak, Sedekah atau wakaf (ZISWAF) berharap agar dapat menciptakan manfaat besa sehingga pahalanya maksimal.

"Bahasa sekarang sosial impact-nya tinggi, kegiatan Dompet Dhuafa harus penuh inisiatif supaya maksimum impact terhadap dhuafa atau sosial impact-nya maksimal," ujarnya saat peringatan Milad ke 27 Dompet Dhuafa.

Milad yang bertema "27 Tahun Harmoni Kebaikan" dan digelar secara virtual tersebut melibatkan cabang Dompet Dhuafa di seluruh tanah air. Kegiatan tersebutjuga diisi berbagai kesenian dan budaya dari sejumlah jaringan Dompet Dhuafa di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa Timur, Yogya, Waspada-Sumut, Singgalang-Sumbar dan Riau.

"Kita tidak merasa bersaing dengan lembaga yang lain. Mereka adalah mitra-mitra kerja Dompet Dhuafa buat kebaikan di negeri ini. Tantangan kita sendiri, ketika terutama saat pandemi seperti ini yang akan mengubah peradaban Dompet Dhuafa," ujar Nasyith.

Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadimelalui bait-bait puisi menyatakan, Dompet Dhuafa Wajib bantu mereka, yang menderita, sengsara nestapa, agar bisa tersenyum dan tertawa, bangkit, berdaya dan berjaya.

Melalui aneka upaya pemberdayaan gaya baru, "welas asih" dan kewirausahaan berpadu, filantropreneur, belas kasihan dengan semangat wirausaha, kewirausahaan dengan ruh cinta kasih. Bisnis dengan tanggung jawab sosial, berkeadilan. Rugi untung ditanggung, demi kebahagiaan bersama dan sesama.

sumber : antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement