Jumat 26 Jul 2024 07:26 WIB

Anies Masih Kuat, Kuda Hitam Sulit Muncul, Ini Penjelasan Indikator

Elektabilitas Anies Baswedan versi Indikator sudah mencapai 39,7 persen.

Rep: Antara/Bayu/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Ahad (21/7/2024). Harlah ke-26 PKB tersebut mengangkat tema Menang Pilkada Menangkan Rakyat.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan memberikan sambutan saat menghadiri acara tasyakuran Harlah ke-26 PKB di Jakarta, Ahad (21/7/2024). Harlah ke-26 PKB tersebut mengangkat tema Menang Pilkada Menangkan Rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elektabilitas calon gubernur Anies Baswedan masih unggul dalam survei yang digelar oleh Indikator. Anies unggul atas pesaing terdekatnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di posisi kedua dan mantan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di urutan ketiga.

Di luar nama tersebut, elektabilitasnnya cenderung kecil. Sehingga menurut Indikator, kehadiran kuda hitam di luar Ahok dan Ridwan Kamil akan sulit.

Baca Juga

“Kemungkinan munculnya kuda hitam di luar dari Ahok atau Ridwan Kamil sepertinya kecil karena waktu makin lama makin dekat ke pemilu sementara tidak mudah menaikkan elektabilitas di Jakarta,” ujar Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi, kemarin. 

Menurut catatan Indikator, hampir 40 persen, tepatnya 39,7 persen memilih Anies Baswedan. Ahok meraih elektabilitas sebesar 23,8 persen, dan Ridwan Kamil meraih elektabilitas sebesar 13,1 persen.

Nama-nama lain yang masuk kandidat seperti Tri Rismaharini (1,7 persen), Erick Thohir (1,5 persen), Ahmad Sahroni (0,8 persen), Raffi Ahmad (0,8 persen), hingga Sri Mulyani Indrawati (0,8 persen).

Dalam simulasi semi terbuka 40 nama calon, Anies juga meraih elektabilitas tertinggi sebesar 41,7 persen,lalu Ahok 27 persen, dan Ridwan Kamil 15,4 persen.

Survei yang dilakukan pada 18 hingga 26 Juni 2024 itu dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia di Daerah Khusus Jakarta yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Kaesang belum dirik

Soal nama Kaesang yang digadang-gadang bakal dicalonkan oleh Golkar dan Koalisi Indonesia Maju, Burhanuddin Muhtadi memandang Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep masih belum banyak dilirik oleh warga Jakarta.

"Sepertinya warga Jakarta belum melirik Mas Kaesang sebagai calon pemimpin daerah di Jakarta," kata Burhanuddin saat memaparkan rilis survei sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan simulasi terbuka (top of mind), Kaesang menempati urutan ke-10 dengan raihan elektabilitas sebesar 0,3 persen. Kaesang juga menempati urutan kesepuluh dalam simulasi semi terbuka 40 nama calon gubernur Jakarta dengan elektabilitas sebesar 0,7 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement