Selasa 31 Mar 2020 12:16 WIB

Keluarga PDP Meninggal: Terima Kasih

AR sudah dirawat dengan baik dan jenazahnya diurus hingga ke permakaman.

Simulasi penanganan pasien corona (ilustrasi).
Foto: Antara/Aji Styawan
Simulasi penanganan pasien corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) AR (52) yang meninggal dunia, Sabtu (28/3) malam berterima kasih kepada tim medis RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar atas penanganannya selama masa perawatan di ruang isolasi.

"Saya atas nama keluarga mau mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak RS Wahidin Sudirohusodo Makassar karena sudah merawat dengan baik dan mengurus jenazah kakak saya hingga ke peristirahatan terakhirnya," ujar Jufri, adik dari pasien PDP AR yang dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Jufri mengatakan, awal mula AR dirawat di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar itu pada Kamis (26/3) dan langsung ditangani dengan baik di ruang isolasi. Selama dalam perawatan, kakaknya AR terus dipantau kesehatannya oleh tim dokter.

Sehari kemudian, atau Jumat (27/3) dokter mengambil contoh lendir di tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Sebelum hasil laboratorium itu keluar, kata dia, pasien menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 21.00 WITA.

Jenazah pasien kemudian diurus sesuai dengan standar badan kesehatan dunia (WHO) dengan membungkusnya menggunakan plastik bening berlapis-lapis serta memasukkan dalam peti jenazah.

Jenazah AR dishalatkan kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Antang sekitar pukul 01.00 WITA dengan dikawal beberapa orang dokter termasuk keponakan dari pasien yang bekerja di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

"Ahad dini hari dengan dikawal oleh beberapa orang dokter karena kebetulan keponakan juga dokter di rumah sakit Wahidin membawa jenazah ke tempat pemakaman. Tapi karena ada penolakan, sehingga jenazah dibawa kembali ke RSUP Wahidin untuk dicarikan tempat pemakaman lainnya," katanya.

Setelah penolakan itu, lanjut Jufri, pemerintah melalui anggota Satgas Penanganan COVID-19 ini langsung turun tangan mengurus jenazah hingga akhirnya dikebumikan di TPU Antang Makassar pada Ahad (29/3), pukul 06.00 WITA.

"Saat berada di RSUP Wahidin itu, keponakan saya yang dokter bersama dokter lainnya serta anggota TNI berkoordinasi dengan seorang ustadz agar pemakaman dipindahkan. Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan pemakaman dikawal ketat oleh tujuh orang TNI," tuturnya.

Jufri menerangkan, selama dalam penanganan dokter, kakaknya mendapat perhatian dari anggota tim medis, dirinya juga atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas perawatan yang diberikan terkhusus RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Ia juga saat ini telah mengikuti protokol kesehatan oleh pemerintah dengan melakukan isolasi mandiri bersama seluruh anggota keluarganya yang melakukan kontak langsung dengan pasien PDP AR.

"Sampai hari ini, Selasa (31/3) pagi, kami dari pihak keluarga belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium mengenai swab tenggorokan itu, jadi statusnya hingga meninggal dunia masih PDP," ucapnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement