Selasa 22 Oct 2019 19:50 WIB

Sofyan Djalil Masih Duduki Posisi Menteri Agraria Tata Ruang

Sofyan menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sejak 27 Juli 2016.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memberikan paparan saat Rakornas Bidang Properti Kadin Indonesia di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Foto: antara/Rivan Awal Lingga
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memberikan paparan saat Rakornas Bidang Properti Kadin Indonesia di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sofyan Djalil diminta untuk kembali menduduki jabatan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional 2019-2024. "Saya sih rasanya masih melanjutkan pekerjaan yang belum selesai seperti masalah agraria, masalah redistribusi, masalah reforma agraria," kata Sofyan Djalil di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).

Sofyan menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya ia adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia/Kepala Bappenas 2015-2016.

Baca Juga

"Tadi pembicaraan lebih menyentuh masalah tanah berkeadilan, reforma agraria dan bagaimana bisa memberikan kepastian hukum dan pertanahan dan financial inclusion bagi masyarakat yang tidak punya akses perbankan jadi dipercepat," tambah Sofyan.

Sofyan menargetkan pada 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia telah memiliki sertifikat."Tidak ada perubahan nomenklatur tetap seperti yang lama," ungkap Sofyan.

Sofyan pun merasa terhormat untuk kembali menjadi menteri ATR. "Presiden memercayai saya, ini adalah kehormatan bisa mengabdi kepada masyarakat dan negara. Kenapa di jabatan ini, mungkin Presiden menganggap tugasnya belum selesai," tambah Sofyan.

Sofyan mengaku dihubungi untuk kembali menjabat sebagai menteri pada pukul 09.00 WIB. Dengan pemanggilan Sofyan tersebut, ada sejumlah wajah lama yang menghiasi kabinet Kerja jilid II yaitu Airlangga Hartarto, Pratikno, Sri Mulyani Indrawati, Agus Gumiwang Kartasasmita, Siti Nurbaya Bakar. Selanjutnya, Yasonna H Laoly, Budi Karya Sumadi, Moeldoko, Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro serta Luhut Binsar Panjaitan.

 

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement