Senin 16 Sep 2019 22:04 WIB

Satgas Citarum Harum Kembali Tebarkan Bakteri Penjernih Air

kondisi air di Sungai Citarum masih berwarna hitam.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih
Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum sektor 7 menebarkan bakteri penjernih  air jenis MR 8 ke Sungai Citarum, tepatnya di wilayah Rancamanyar,  Baleendah, Senin (16/9).
Foto: republika/fauzi ridwan
Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum sektor 7 menebarkan bakteri penjernih air jenis MR 8 ke Sungai Citarum, tepatnya di wilayah Rancamanyar, Baleendah, Senin (16/9).

REPUBLIKA.CO.ID, RANCAMANYAR- Satuan Petugas (Satgas) Citarum Harum sektor 7 menebarkan bakteri penjernih air jenis MR 8 ke Sungai Citarum. Tepatnya di wilayah Rancamanyar, Baleendah, Senin (16/9). Diharapkan dalam seminggu ke depan, air bisa jernih dan limbah yang ada bisa terurai.

Komandan Sektor (Dansektor) 7 Citarum Harum, Kolonel Kav Purwadi mengungkapkan pihaknya menebarkan 150 jeriken bakteri penjernih air ke Sungai Citarum. "Pada hari ini bekerjasama dengan perusahaan Pusaka Agro Pasifik menyebarkan 150 drum bakteri MR 8 pada Senin, Kamis dan Jumat untuk mengurai air limbah dan air paling tidak mendekati jernih," ujarnya, Senin (16/9).

Baca Juga

Dirinya mengungkapkan, kondisi air di Sungai Citarum masih berwarna hitam. Dengan disebarnya bakteri penjernih air, ia mengaku akan melihat perkembangannya pada Jumat (20/9) mendatang dan terus melakukan perawatan.

"Kita menebarkan bakteri juga tahun lalu waktu acara mancing mania. Ikan bisa hidup," katanya.

Purwadi mengatakan saat ini ikan yang mampu bertahan di Sungai Citarum hanya ikan sapu-sapu. Sementara yang lain tidak bisa hidup. Menurutnya, beberapa perusahaan masih ada yang membuang limbah sembarangan ke Sungai Citarum.

Sebelumnya, upaya memanfaatkan sumber air dari Sungai Citarum, terus diusahakan. Salah satunya dengan menyebar ratusan jerigen yang berisi bakteri penjernih air jenis MR 8 disebar di oxbow Sungai Citarum sektor 6 Citarum Harum, Jumat (23/8). Penyebarannya diharapkan bisa menetralisasi racun yang mengendap pada lumpur dan air bisa jernih kemudian bisa dimanfaatkan.

Komandan Sektor (Dansektor) 6 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Yudy Zanibar mengungkapkan oxbow Bojongsoang menjadi percontohan awal pemanfaatan bakteri penjernih air. Jika hasilnya terbukti, katanya, diharapkan air bisa digunakan untuk keperluan masyarakat.

"Hari ini kita coba agar air menjadi lebih jernih memakai mikroba. Dalam waktu tujuh hari akan menjadi jernih dan zat kimia akan berkurang. Kita akan cek laki mutu airnya," ujarnya saat ditemui di Oxbow Bojongsoang, Jumat (23/8).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement