Selasa 27 Aug 2019 07:53 WIB

'oRUNgutan 2019' Diharapkan Genjot Wisatawan Kalteng

Acara 'oRUNgutan 2019' diharapkan tambah wisatawan Kalteng hingga 50 ribu orang.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Joseph K Dajoe Tendean, Direktur Utama Bank Kalteng Yayah Diasmono, dan Bupati Kabupaten Kotawaringin Nurhidayah melakukan konferensi pers acara oRUNgutan 2019 di Hanggar GMF Aero Asia Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/8).
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Joseph K Dajoe Tendean, Direktur Utama Bank Kalteng Yayah Diasmono, dan Bupati Kabupaten Kotawaringin Nurhidayah melakukan konferensi pers acara oRUNgutan 2019 di Hanggar GMF Aero Asia Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sriwijaya Air Group siap menggelar oRUNgutan 2019 pada 27-29 September 2019 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng). Bupati Kabupaten Kotawaringin Nurhidayah mengharapkan acara charity fun run yang mengajak untuk peduli lingkungan maupun satwa langka di Indonesia bisa menggenjot wisatawan lokal atau pun mancanegara ke Kalteng.

Nurhidayah mengatakan pada pada 2018 ditargetkan wisawatan domestik dan mancanegara sebanyak 180 ribu orang. “Dengan adanya kegiatan ini target kita bisa membantu penambahan wisawatan pada 2019 yang ditargetkan ada 50 ribu orang,” kata Nurhidayah di hanggar GMF Aero Asia Bandara Soekarno-Hatta, Senin (26/8).

Untuk itu, Nurhidayah menilai acara yang dibuat Sriwijaya Air Group bekerja sama dengan Bank Kalteng dan Trabeloka bisa mendukung program pemerintah pusat. Terutama target wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang mengunjungi Indonesia.

“Pemerintah juga akan menciptakan 10 bali baru. Saya harapkan Kalimantan Tengah bisa membuat pemerintah tambah Bali baru lagi menjadi 11 Bali Baru. Di sini banyak juga lokasi pariwisata yang tidak kalah juga,” tutur Nurhidayah.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Joseph K Dajoe Tendean menuturkan pihaknya tidak hanya ingin menunjukkan aksi translokasi satwa langka semata. Joseph menuturkan 'oRUNgutan 2019' menjadi upaya untuk memberikan kontribusi positif kepada lingkungan, pengembangan ekonomi, serta komunitas atau masyarakat luas.

“Ini menjadi salah satu bentuk kampanye peduli lingkungan yang juga dapat memberikan edukasi serta menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan maupun satwa langka di Indonesia,” ungkap Joseph.

Joseph menjelaskan dalam rangkauan acara tersebut, para peserta akan mengakhiri perjalanannya di Kalimantan Tengah dengan mengunjungi habitat orangutan. Hewan langka tersebut yang terpusat di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam momen tersebut, peserta akan menghabiskan waktu tiga hari dua malam. “Peserta berkesempatan merasakan sensasi menyusuri sungai Sekonyer dengan menggunakan kapal klotok sambil melihat orangutan di habitatnya langsung,” jelas Joseph.

Joseph mengakui acara tersebut sengaja dikemas dengan konsep yang berbeda dan menarik. Dia mengharapkan dengan begitu bisa lebih memikat minat masyarakat untuk mencintai lingkungan dan tidak mengancam populasi orangutan.

Dia memastikan Sriwijaya Air Group sudah menyiapkan beberapa pilihan paket yang sudah meliputi biaya pendaftaran, tiket pesawat pergi pulang, dan akomodasi. Begitu juga dengan perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Harga paket yang ditawarkan mulai dari Fun Run lima kilometer dengan harga Rp 189.500. Sedangkan pilihan lainnya yaitu paket trip Fun Run lima kilometer sekaligus tiket penerbangan pergi pulang dengan NAM Air, Trip ke Taman Nasional Tanjung Puting, akomodasi makanan, hotel, dan transport selama tiga hari dua malam mulai dari Rp 4.369.500.

“Acara donasi ini kita serahkan di pusat konservasi Taman Nasional Tanjung Puting. Tiket dijual hanya di Traveloka dan penjualan off line Sriwijaya Air Group,” tutur Joseph. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement