Senin 01 Apr 2019 18:52 WIB

Heboh Instruksi Kapolres Garut, AKP Sulman Cabut Pernyataan

AKP Sulman mengakui tudingannya kepada Kapolres lantaran sakit hati.

Rep: Djoko Suceno / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi aparat kepolisian
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Ilustrasi aparat kepolisian

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG—AKP Sulman Aziz yang sempat membuat pernyataan menghebohkan terkait perintah Kapolres Garut untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin akhirnya mencabut apa yang pernah dia sampaikan. 

Mantan Kapolsek Pasirwangi ini mengaku telah membuat kesalahan. "Saya sudah melakukan suatu kesalahan saya. Saya menyatakan bahwa Polri itu tidak netral di dalam Pilpres 2019 ini," kata Sulman yang didampingi Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada para wartawan di Mapolda, Senin (1/4).

Baca Juga

Dalam keterangannya, AKP Sulman yang saat ini menjabat Kanit Seksi Pelanggaran Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, mengungkapkan apa yang disampaikannya saat itu merupakan emosi lantaran dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Pasirwangi.

"Sebetulnya itu saya sampaikan karena saya waktu itu emosi. Saya emosi telah dimutasi dari kapolsek ke Polda Jabar,’’ kata dia yang mengenakan seragam Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundak.

Dalam keterangannya kepada para wartawan, Sulma mengungkapkan, seluruh kapolsek di Polres Garut mendapat instruksi dari pimpinan (kapolres) untuk pemetaan kekuatan kedua paslon di Pilpres 2019.

‘’Bukan diarahkan untuk memenangkan salah satu paslon. Pendataan itu untuk mengantisipasi keamanan di wilayah tersebut agar bisa diantisipasi jika terjadi berbagai kemungkinan,’’ tutur dia.  

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement