Senin 18 Mar 2019 15:06 WIB

Kemensos Santuni Warga Malaysia yang Meninggal di Lombok

Santunan ahli waris sebesar Rp 15 juta akan diberikan kepada seluruh korban meninggal

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Esthi Maharani
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi lokasi terdampak gempa di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (18/3).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi lokasi terdampak gempa di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (18/3).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TIMUR -- Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) akan menyalurkan santunan terhadap ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa di Lombok pada Ahad (17/3) kemarin. Agus mengatakan, santunan ahli waris sebesar Rp 15 juta akan diberikan kepada seluruh korban meninggal dunia, baik warga Indonesia maupun warga negara asing.

Diketahui tiga orang meninggal setelah gempa yang mengakibatkan longsornya air terjun Tiu Telep di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Tiga pengunjung tersebut yakni Tommy (14) yang merupakan warga Senaru, dan juga dua wisatawan Malaysia bernama Tai Sieu Kim (56) dan Lim Sae Wah (56).

"Kami akan menyalurkan bantuan ahli waris terhadap korban bencana termasuk korban bencana yang berasal dari Malaysia," ujar Agus usai meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, Senin (18/3).

Agus menyampaikan, pemberian santunan ahli waris dan juga pelayanan terhadap jenazah dan juga korban luka wisatawan mancanegara (wisman) Malaysia merupakan upaya pemerintah dalam menjaga sektor pariwisata Lombok.

"Kami ingin berikan pesan kepada turis dan calon turis bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh kepada turis yang terdampak bencana," kata Agus.

Agus melanjutkan, Kemensos juga siap memfasilitasi kepulangan jenazah korban meninggal dari Malaysia jika dibutuhkan.

"Kemensos, kita siap bantu pemulangan, tapi infonya Garuda Indonesia sudah siap fasilitasi kepulangan. Intinya negara bertanggung jawab terhadap mereka para turis yang terkena bencana saat berlibur ke Indonesia," ucap Agus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement