Jumat 11 Jan 2019 03:21 WIB

BPN: Prabowo-Sandiaga tak Lakukan Simulasi Jelang Debat

BPN mengatakan Prabowo-Sandi sudah terbiasa berdiskusi dan berimprovisasi

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan
Sudirman Said (kiri)
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Sudirman Said (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengatakan bahwa tidak ada simulasi yang dilakukan pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Salahuddin Uno jelang debat perdana pada 17 Januari 2019 mendatang. Menurutnya pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga sudah terbiasa mengeluarkan pernyataan secara spontan dan sudah terbiasa berimprovisasi.

"Saya sih merasa kedua kandidat orang yang sangat terbiasa dengan statement yang spontan yang menguasai masalah dengan baik terbiasa diskusi dengan hal-hal yang sulit," ujar Sudirman di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di  Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (10/1).

Sudirman menganggap tidak perlu ada  yang perlu dikhawatirkan terkait persiapan debat. Sebab, menurutnya, yang perlu dikhawatirkan adalah manajemen waktu dalam debat berlangsung.

"Jadi tidak punya kekhawatiran sama sekali soal persiapan debat. Lebih pada mungkin pada manajemen waktu karena dibatasi waktu. Dari sisi Penguasaan materi insya Allah Pak Prabowo dan Pak Sandi orang yang secara natural sudah biasa," ucap mantan menteri ESDM itu.

Sebelumnya Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan beberapa persiapan yang ia lakukan menjelang debat perdana yang digelar 17 Januari 2019 mendatang. Sandiaga mengatakan dalam beberapa hari ke depan dirinya akan fokus pada persiapan debat.

"Sore ini (kemarin) saya akan menghadiri sesi dengan tim materi dan kami akan mendalami masing-masing topik, mulai dari hukum, HAM, terorisme, dari segi korupsi juga," kata Sandiaga di Seknas Prabowo-Sandiaga, Rabu (9/1).

Sandiaga mengungkapkan saat ini Prabowo-Sandiaga tengah mendalami masing-masing topik yang berkaitan dengan topik debat perdana kali ini. 

Ia menyebut Prabowo akan diberi bobot lebih banyak dalam memaparkan visi-misi debat nantinya.

"Mungkin dua pertiga ke Pak Prabowo, satu pertiga ke saya, karena masyarakat ingin mendengar langsung dari Pak Prabowo, langsung dari paslon, apa saja yang jadi pemikiran dan gagasan yang jelas terlihat perbedaannya," ujarnya.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak ada sesi khusus untuk mempersiapkan debat perdana kali ini. Menurutnya biarkan debat tersebut  mengalir begitu saja apa adanya.  "Kami kebetulan juga sangat terbiasa dengan pola berargumen, adu gagasan, tentunya penuh dengan rasa hormat, itu yang kami harapkan nanti hadir di debat," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement