Rabu 27 Dec 2017 14:11 WIB

Warga NTB Diimbau Waspadai Potensi Bencana di Akhir Tahun

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Andi Nur Aminah
Banjir rob melanda Kecamatan Keruak dan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (3/12) malam.
Foto: dok. BPBD NTB
Banjir rob melanda Kecamatan Keruak dan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (3/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat NTB mewaspadai cuaca ekstrem. Kepala BPBD NTB Muhammad Rum menyebutkan, sejumlah potensi bencana yang harus diwaspadai masyarakat ialah longsor, gempa bumi, banjir, dan tsunami.

Sebuah kajian, Rum mengatakan, menyebutkan diprediksi akan terjadi gempa bumi dengan skala cukup signifikan yang melanda sejumlah wilayah di Benua Asia pada penghujung tahun ini. "Memang ada prediksi di penghujung tahun ini akan ada gempa bumi dan berpotensi tsunami. Mudah-mudahan ini tidak terjadi di wilayah kita," ujar Rum di Mataram, NTB, Rabu (27/12).

BPBD NTB mengajak masyarakat, khususnya yang berada di daerah pesisir untuk lebih mewaspadai pola-pola terjadinya potensi tsunami. Rum mengimbau masyarakat melihat kondisi laut saat terjadi gempa bumi. Ketika air surut usai gempa bumi, masyarakat diminta segera menjauhi dan mencari lokasi yang lebih tinggi. "Sebisa mungkin kita memastikan kalau ada gempa, lalu air tiba-tiba surut, memang menarik karena kelihatan ikan-ikan, tapi itu potensi mendatangkan tsunami," lanjut Rum.

Pemahaman untuk mengetahui perilaku air laut yang surut usai gempa bumi menjadi sangat penting. Rum meminta masyarakat untuk menjauhi pesisir laut ketika terlihat air surut pascagempa bumi. "Ketika ada gempa, warga yang ada di pesisir untuk melihat perilaku air, kalau air surut, lari ke tempat lebih tinggi," kata Rum menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement