Kamis 06 Apr 2017 04:11 WIB

Indonesia Segera Kelarkan Pembangunan Sarana Kesehatan di Afganistan

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Dwi Murdaningsih
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani memberikan keterangan pers usai pertemuan bilateral pda kunjungan kenegaraaan Presiden Afghanistan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani memberikan keterangan pers usai pertemuan bilateral pda kunjungan kenegaraaan Presiden Afghanistan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia semakin memperkuat kerjasama dengan Afganistan dalam berbagai aspek. Bukan hanya kerjasama di bidang perdagangan, Indonesia juga berkomitmen membangun sarana sosial seperti kesehatan dan pendidikan.

Presiden Joko Widodo mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Afghanistan membahas sejumlah isu. Salah satu yang menjadi fokus yakni mengenai perdamaian. Langkah ini penting karena Afghanistan saat ini tengah serius menciptakan stabilitas dan perdamaian.

"Indonesia siap berbagi pengalaman dalam rekonsiliasi untuk perdamaian," kata Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (5/4).

Joko Widodo (Jokowi) menuturkan Indonesia saat ini telah membangun Indonesia Islamic Center (IIC) di Kabul. Tempat ini memiliki visi untuk mendorong penyebaran Islam yang rahmatan Lil'alamin. Selain menjadi sarana ibadah, IIC juga memiliki sarana kesehatan dan pendidikan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarkat Afghanistan. Selain itu terdapat pembangunan masjid As-Salam yang dapat menampung 2.500 jamaah.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia juga akan segera menyelesaikan pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan untuk penduduk setempat. Fasilitas ini sangat penting karena akan menunjang kesejehateraan di Afghanistan.

"Mengenai pembangunan rumah sakit Indonesia di Afghanistan akan menelan biaya kurang lebih Rp 16 miliar dan ini akan kita mulai segera tahun ini, setelah Indonesia Islamic Center di Kabul selesai," ujar Jokowi.

Selain pembangunan fasilitas ini, Indonesia dan Afghanistan juga akan bekerjasama di bidang pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Hingga saat ini sedikitnya terdapat 358 orang yang mendapatkan pelatihan dari kerjasama yang terbagi dalam 47 program meliputi sektor pertanian, pemberdayaan perempuan, dan administrasi kesehatan. Ke depan, kedua negara sepakat untuk memperluas kerjasama pengembangan kapasitas antara lain di bidang hukum, pekerjaan umum, kebijakan fiskal dan pendidikan tinggi.

Di sektor perdagangan, Jokowi menyadari masih banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. Untuk itu, Jokowi dan Ghani akan segera mempertemukan para pengusaha di kedua negara secara langsung. Pertemuan bisnis ini rencananya akan diselenggarakan, Kamis (6/4).

Presiden Ghani, lanjut Jokowi, juga meminta adanya pertemuan dengan komisi pemilihan umum (KPU) untuk berbagi pengalaman. KPU di Indonesia dinilai memiliki pengalaman lebih baik dalam pelaksanaan pemilihan umum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement