Sabtu 10 Dec 2016 19:05 WIB

Ratusan Pengungsi Periksa Kesehatan di Posko TNI

Rep: Muhyiddin/ Red: Hazliansyah
Prajurit TNI membongkar muat logistik bantuan Pemprov Riau dan Pemkot Pekanbaru yang baru tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Besar, Aceh, Kamis (8/12).
Foto: Antara/Ampelsa
Prajurit TNI membongkar muat logistik bantuan Pemprov Riau dan Pemkot Pekanbaru yang baru tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Besar, Aceh, Kamis (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA -- Ratusan pengungsi masih banyak yang memeriksakan kesehatan di Posko yang didirikan Tentara Nasional Indoneaia (TNI) di depan Kantor Bupati Pidie Jaya.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, pengungsi yang memeriksakan kesehatan didominasi oleh perempuan dan pria lansia. Beberapa anak juga tampak mengantre sambil digendong oleh ibunya.

Penanggung jawab Bataliyon Kesehatan (Yonkes) Kostrad, dr. Bernard Damima mengatakan, posko kesehatan dari berbagai unsur TNI tersebut didirikan sejak hari kedua pasca gempa berkekuatan 6,5 skala richter tersebut, yaitu pada Kamis (8/12).

"Kita hari ketiga kemarin puncaknya 400-500 pengungsi yang diperiksa, hari ini sudah berkurang jadi 300-an, tapi masih mau kita update lagi nanti," ujar Damima, Sabtu (10/12).

Ia menjelaskan, rata-rata gangguan kesehatan yang diderita pengungsi adalah batuk, pusing dan sesak nafas. Hal itu disebabkan karena mereka tidur di luar rumah.

"Sementara, jika yang dimaksud itu korban yang patah-patah hari pertama sudah dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit," ucap dia.

Pihaknya akan melayani kesehatan para pengungsi selama tujuh hari terhitung sejak terjadinya gempa itu pada Rabu (7/12) kemarin.

"Diharapkankan sebelum dua minggu, kondisi ini sudah pulih dan kegiatan masyarakat sudah berjalan normal," kata dia.

Di posko kesehatan TNI tersebut disiapkan sebanyak 24 dokter spesialis dan juga 400 tenaga kesehatan yang terdiri dari seluruh unsur TNI, baik TNI Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement