Rabu 25 May 2016 18:53 WIB

Delapan Kecamatan di Kabupaten TTS Belum Berlistrik

Red: Ilham
Warga belum yang teraliri listrik (ilustrasi)
Foto: ardinbali.org
Warga belum yang teraliri listrik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sedikitnya delapan dari 32 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur hingga saat ini belum mendapat penerangan listrik dari PT PLN (Persero). Keadaan ini ikut menghambat aktivitas warga di wilayah tersebut.

"Belum terlayaninya delapan kecamatan tersebut, karena daya listrik untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan belum mencukupi," kata General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah NTT Richard Safkaur di Kupang, Rabu (25/5).

Mengatasi hal tersebut, PT PLN Wilayah NTT telah mengoperasikan Gardu Induk 1x20 MVA di Nonohonis dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Bolok-Maulafa-Naibonat-Nonohonis di Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS, Selasa (24/5).

Dia mengatakan, peresmian pengoperasian Gardu Induk itu dilakukan oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri. Delapan kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang belum berlistrik itu adalah Kecamatan Nunbena, Kecamatan Mollo Barat, Kecamatan Noebeba, Kecamatan Fatukopa, Kecamatan Kot'Olin, Kecamatan Noebana, Kecamatan Santian, dan Kecamatan Kuanfatu.

"Jaringan listriknya sudah dibangun, tinggal menunggu pasokan listriknya saja. Kita berharap akan segera dialiri," katanya.

Safkaur mengakui masih banyak daerah di provinsi berbasis kepulauan itu yang belum menikmati listrik. Saat ini, rasio elektrifikasi NTT baru mencapai 58 persen atau masih 42 persen yang belum berlistrik.

"Untuk itu PLN Wilayah NTT terus berupaya mendapatkan tambahan anggaran dari APBN maupun anggaran PLN, untuk terus menambah kapasitas pembangkit dan perluasan jaringan ke wilayah-wilayah yang belum berlistrik seperti di NTT," kata Safkaur.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement