Ahad 06 Mar 2016 19:33 WIB

Jawa Timur Libatkan Perbankan untuk Tekan Kemiskinan

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Wakil Gubernur Jawa Timur, H Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.
Foto: Republika/Heri Purwata
Wakil Gubernur Jawa Timur, H Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyampaikan langkah pemerintah menekan angka kemiskinan melalui perbankan. Langkah yang ditempuh Pemprov Jatim antara lain dengan menyalurkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 ke Bank Jatim untuk kredit permodalan dengan bunga lunak.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, di anggaran tahun 2016, Gubernur Jatim Soekarwo telah memprogramkan anggaran APBD digunakan sebagai pinjaman lunak bagi usaha kecil melalui Bank Jatim dan kerjasama dengan bank lainnya.

“Tujuannya meningkatkan kesejahteraan  dan menekan angka kemiskinan,” kata Gus Ipul pada acara Peran Pemprov Jatim Dalam Mewujudkan Masyarakat Nir Kemiskinan Dan Nir Ketertindasan  Di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (4/3).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengungkapkan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah kemiskinan di Jatim sejumlah 4,77 juta orang atau 12,28 persen. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim berupaya dalam menanggulangi kemiskinan dengan beberapa cara.

Menurutnya, ada tiga tantangan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Ketiganya yakni, penangananan penduduk miskin, penduduk rentan miskin yang didefinisikan hidup rentan di garis kemiskinan, serta kesenjangan ketimpangan jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan antar kabupten/kota, keluarahan desa dan antar gender.   

“Pemberian kredit lunak dengan bunga 7,5 persen kepada masyarakat termasuk dalam salah satu tugas dalam membuat regulasi,” ucapnya.

Gus Ipul menyatakan, Pemprov Jatim telah mempunyai program Jalan lain Menuju kesejahteraan (Jalin Kesra) pada tahun 2009-2014. Program tersebut telah memberantas rumah tangga miskin (RTSM) sejumlah 309,8 ribu. Sementara sisanya masih terdapat 163 ribu RTSM.

“Pemprov telah mampu menyelesaikan sebesar 66 persen RTSM dari sejumlah 493 ribu, jadi selama kepemimpinan Pakde Karwo [sapaan akrab Gubernur Jatim] sejak tahun 2009-2014 angka kemiskinan yang sejumlah 6,02 juta jiwa telah turun menjadi 4,78 juta jiwa atau dari angka 16,68 persen menjadi 12,42 persen,” ungkap Gus Ipul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement