Senin 28 Dec 2015 22:57 WIB

Kemenag Bantu Rp 1,8 Miliar untuk Renovasi Gereja Alor

Gereja hancur akibat gempa bumi (ilustrasi)
Foto: earthquake-report.com
Gereja hancur akibat gempa bumi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia membantu uang senilai Rp 1,8 miliar. Uang tersebut untuk membantu merenovasi gereja-gereja yang rusak diterjang gempa bumi pada awal November 2015.

"Momentum Natal Bersama tingkat Nasional 2015 yang dipusatkan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur dimanfaatkan juga untuk membantu Rp 1,8 miliar merenovasi kembali gereja-gereja yang rusak berat akibat gempa bumi pada November 2015," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika menyerahkan bantuan itu di Kupang, Senin (28/12).

Bantuan yang diterima langsung Bupati Alor Amon Djobo itu diharapkan membantu merenovasi ribuan rumah gereja yang roboh akibat gempa pada awal November 2015. Sebelumnya ratusan bangunan terdiri dari rumah penduduk, gedung sekolah, perkantoran, dan rumah ibadah, rusak parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/11). 

Kerusakan parah terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Alor Timur, dan Kecamatan Kolana Selatan. Seperti Desa Tanglapui Timur, Maritaing Taranama, Lantoka, Padang Alang dan Naumang.

"Di desa-desa itu banyak rumah penduduk rusak berat dan rata dengan tanah," kata Absalom, warga Alor, NTT.

Selain bangunan, gempa juga mengakibatkan longsor di ruas jalan yang menghubungkan Kalabahi, ibu kota Alor dengan wilayah Kecamatan Alor Timur. Material longsoran berjatuhan dan menutup badan jalan. Sebuah jembatan di ruas jalan ini dilaporkan roboh.

Warga Kalabah Titin Siahaan mengatakan, pada Rabu malam, warga memilih mengungsi ke tenda yang dibangun di luar rumah. Langkah itu dinilai tepat guna mengantisipasi gempa susulan. "Warga takut terjadi gempa susulan sehingga tidur di luar rumah," katanya. 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement