Ahad 13 Sep 2015 13:54 WIB

Sofjan Wanandi Minta Rizal Ramli Berkoordinasi dalam Bekerja

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memberikan pernyataan kepada media setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati di kediaman pribadinya, Jakarta, Rabu (9/9).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memberikan pernyataan kepada media setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati di kediaman pribadinya, Jakarta, Rabu (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Staf Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan pemerintah harus saling melakukan koordinasi agar dapat bekerja dengan baik. Pernyataan ini disampaikan menanggapi inspeksi mendadak (sidak) pembongkaran jalan kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Sofjan menilai sidak yang dilakukan Rizal dilakukan tanpa adanya koordiansi dengan lembaga pemerintahan lainnya. Hal inipun dikhawatirkan justru dapat menimbulkan permasalahan baru lagi.

"Anyway selama itu dikoordinasikan dan itu putusan bersama saya pikir sih oke-oke saja. Saya tidak melihat itu sesuatu yang kalau sudah dikoordinasikan yah. Kalau tidak dikoordinasikan baru timbul perkara baru lagi toh. Itu baru akan timbul yang ribut-ribut baru lagi toh," kata Sofjan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya dalam bekerja. Terobosan yang dilakukan pun tak perlu diungkap ke publik, namun diutamakan hasil kinerja yang baik.

"Sudahlah saya pikir kita harus bekerjalah. Terobosan-terobosan itu kita lakukan dari gebyar-gebyor yah. Bisa kita lakukan dengan diam-diam tapi hasilnya kita capai. Bukan show nya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli membongkar jalan yang menutupi rel kereta barang yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan jalur kereta barang di Jalan Pasoso, Jakarta Utara, pada Kamis (10/9).

Menurut dia, jalur rel kereta barang yang ditutup sejak 1998 oleh pengelola pelabuhan, yaitu PT Pelindo II (Persero), merupakan bukti inefisiensi lantaran membuat biaya logistik membengkak dan proses bongkar muat barang di pelabuhan menjadi lama.

Ia mengatakan, Pelindo II dengan sengaja menutup jalur rel kereta sehingga kereta barang tidak bisa masuk ke dalam area pelabuhan. Pembongkaran ini, kata dia, dilakukan untuk memperlancar arus logistik barang di pelabuhan Tanjung Priok.

"Ini kalau dibuka (jalur kereta barang), kereta api masuk, kemacetan di Tanjung Priok berkurang. Dwelling time (waktu bongkar muat barang) juga berkurang cukup lama," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement