Kamis 06 Aug 2015 10:55 WIB

Ini Alasan Ahok Dukung Ojek Motor Online

Rep: C26/ Red: Bayu Hermawan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/7).
Foto: Antara/Reno Esnir
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sangat mendukung moda transportasi ojek motor. Terlebih saat ini moda transportasi ojek berkembang dengan mengunakan sistem online.

Pria yang akrab disapa Ahok itu menilai, ojek motor sangat bermanfaat bagi warga Jakarta yang membutuhkan penghasilan tambahan. Apalagi di tengah banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan gaji yang masih minim.

"Kenapa saya dukung ojek, karena saya tahu persis di Jakarta ada banyak orang diPHK atau satpam yang jaga malam mereka kadang cari tambahan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).

Ia menyebut warga Jakarta tentu butuh penghasilan tambahan. Terlebih banyak tanggungan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai kepala keluarga. Mulai dari anak, istri, hingga orangtua yang sudah pensiun.

Tak hanya bagi pengendara ojek, ujar dia, banyak pihak yang tentunya merasa terbantu. Ojek online ini dapat membantu meningkatkan ekonomi pengusaha lainnya, seperti rumah makan. Ojek online juga memudahkan pengiriman dokumen menjadi lebih cepat.

Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak mengkhawatirkan melonjaknya ojek di jalan-jalan ibukota. Untuk mengantisipasi itu Pemprov sudah mempersiapkan sistem di mana kendaraan roda dua tidak boleh lewat di jalan-jalan protokol.

Jalan protokol hanya akan diisi angkutan bus yang akan diintegrasikan dengan Transjakarta. Jadi, sopir metromini ataupun kopaja lainnya tidak perlu khawatir kekurangan setoran.

Walaupun tidak ada penumpang yang naik. Sebab Pemprov akan memberlakukan sistem rupiah perkilometer ke depannya. Hanya saja wacana ini masih menunggu armada bus mencukupi.

Pemprov DKI memang berencana supaya TransJakarta bekerja sama dengan jasa layanan transportasi Go-Jek. Nantinya Go-Jek akan dijadikan angkutan pengumpan penumpang TransJakarta.

Ahok berencana akan memasukan aplikasi TransJakarta ke dalam aplikasi Go-Jek. Dengan adanya aplikasi tersebut nantinya dapat memudahkan warga karena akan terlihat di mana posisi TransJakarta maupun Go-Jek berada.

"Dengan adanya Go-Jek, maka kami kerjasamakan dengan TransJakarta biar jalur-jalur yang belum terjangkau ini bisa jadi feeder," ujar beberapa waktu lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement