Senin 08 Jun 2015 09:24 WIB

Bupati Ini Risau Tujuh Pejabatnya Terindikasi Kosumsi Narkoba

Narkoba
Foto: unimondo.org
Narkoba

REPUBLIKA.CO.ID,GORONTALO-- Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, Senin di Gorontalo, mengaku sangat terusik dengan adanya pemberitaan terkait tujuh pejabat daerah tersebut, yang terindikasi menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).

"Informasi ini sangat mengusik saya, sebab terkait para pemangku jabatan di daerah ini, sehingga telah memerintahkan seluruh instansi teknis terkait untuk mengecek langsung aparaturnya dari pejabat eselon II hingga ke tingkat bawah," Katanya, Senin.

Ia pun meminta agar Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Gorontalo Utara, untuk mendatangi langsung sumber informasi yaitu Badan Narkotika Provinsi(BNP)Gorontalo, untuk meminta informasi dan data akurat terkait siapa tujuh pejabat daerah tersebut.

"Jika informasinya terbukti benar maka saya tidak segan-segan memberi sanksi tegas sebab perbuatan tersebut sangat merusak citra pemerintah daerah di mata publik," ujar bupati.

Menurutnya, informasi tersebut wajib diseriusi, sebab ia tidak ingin ada aparatur berperilaku menyimpang, sebab mereka juga menjadi panutan masyarakat .

BNK Gorontalo Utara diminta bergerak cepat untuk mengecek langsung hingga ke tingkat bawah atau aparatur pemerintahan desa, apakah benar informasi tersebut sebab tidak hanya meresahkan institusi pemerintah daerah.

Namun berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik kepada pemerintahan daerah yang sedang berjalan baik.

"Pengecekan tersebut tidak hanya melalui tes darah, namun pemeriksaan berjenjang yaitu BNK memeriksa barang bawaan para pejabat eselon II dan seterusnya hingga ke tingkat bawah, sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memberantas penggunaan dan peredaran narkoba di daerah ini," ujar bupati.

Bupati mengaku mendengar langsung informasi tersebut dari salah satu media elektronik di Gorontalo, terkait adanya tujuh pejabat daerah terindikasi menggunakan narkoba.

Serta adanya sejumlah barang bukti narkoba yang diduga tersimpan di salah satu wilayah di kabupaten ini.

"Menurut informasi bahwa pemiliknya bukan penduduk kabupaten ini, namun diduga kuat barang haramnya tersimpan di salah satu kecamatan di wilayah barat kabupaten ini," ujar bupati.

Ia pun mengaku telah menginstruksikan pihak Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) setempat, berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) untuk mengecek langsung ke lapangan terkait kebenaran informasi tersebut.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement