Senin 26 Jan 2015 14:42 WIB

Pramono Anung Yakin dalam Dua Pekan Kisruh KPK dan Polri Selesai

Pramono Anung
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pramono Anung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan partainya mengapresiasi pembentukan tim independen oleh Presiden RI Joko Widodo untuk mengatasi persoalan kekisruhan antara KPK dan Polri.

"Langkah presiden membentuk tim independen perlu kita apresiasi dan mudah-mudahan jalan keluar terhadap persoalan yang kami anggap kontraproduktif," kata Pramono di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (26/1).

Pramono mengatakan persoalan kontraproduktif itu menyedot energi bangsa Indonesia terkait dengan persengketaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik.

Partainya meyakini pembentukan tim tersebut perlu dibentuk dengan segera dan harus dipilih orang-orang yang tidak terlibat dalam persoalan konflik tersebut.

"Dalam beberapa hari ini di internal PDI Perjuangan mendiskusikan supaya ada jalan keluar terhadap persoalan tersebut sehingga diperlukan orang yang kredibel dan tidak terlibat dalam kekisruhan tersebut," ujarnya.

Pramono berpandangan persoalan hukum jangan dicampuri persoalan politik sehingga Presiden harus mengedepankan aspek hukum.

Ia mengatakan Presiden Jokowi tidak boleh melakukan intervensi hukum dan Presiden harus menghormati hukum.

"Presiden harus mengedepankan aspek hukum sehingga apa yang terjadi di KPK dan Polri segera selesai agar tidak menjadi panggung buat siapa pun," katanya.

Pramono menjelaskan apa yang menjadi rekomendasi tim independen akan digunakan Presiden untuk mengambil keputusan.

Menurut dia, selama rekomendasi itu tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, ia yakin Presiden akan segera menindaklanjutinya.

"Saya yakin dalam dua pekan persoalan ini selesai dan tim independen bisa memberikan rekomendasinya," kata Pramono.

Selain itu, menurut dia, bagi pihak yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK maupun Polri, untuk menggunakan hak hukumnya, misalnya praperadilan.

Apabila semuanya berjalan, lalu Presiden sudah mengambil keputusan yang tepat, Pramono yakin ini akan menjadi jalan keluar dari persoalan yang ada.

sumber : antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement