Jumat 04 Apr 2014 20:15 WIB

Kota Yogyakarta Diusulkan Jadi Warisan Dunia

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Bilal Ramadhan
Tugu Yogyakarta
Foto: Republika/Imam Budi Utomo
Tugu Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Kota Yogyakarta sebagai city of phylosophy akan diusulkan menjadi warisan dunia. Namun tahun ini baru dilakukan kajian. Karena untuk situs menjadi warisan budaya dunia itu harus mengikuti prosedur internasional .

Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Purbakala Bidang Sejarah, Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi pada wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (4/4).Untuk itu ada beberapa tahapan antara

lain: harus menyiapkan masyarakat dalam hal ini kelembagaannya dan dokumen.

''Nanti ada dokumen pengusulan ke warisan budaya dunia. Tetapi ini masih proses panjang ke depan. Kami baru menyiapkan kajian dulu yakni Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia. Poinnya di dua tempat yakni di wilayah kota Yogyakarta dan Kotagede,''ungkap Dian.

Kota Yogyakarta sebagai city of filosofy ini masuk dalam program heritage of city. Tetapi untuk mendapatkan penghargaan dari UNESCO  seperti halnya di negara-negara tetangga misalnya Malaka dan Penang membutuhkan waktu 10-15 tahun.

''Yang penting tahapannya harus dimulai dari sekarang. Saat ini masih kajian. Mungkin di instansi yang lain paralel sehingga ada beberapa instansi yang sudah mulai, untuk memfokuskan ke situ,'' tuturnya.

Selanjutnya  Dian mengatakan usulan Yogyakarta sebagai// city of filosofy//  ini terkait dengan Undang-Undang Keistimewaan DIY. Sumbu filosofi Yogyakarta ini merupakan salah satu roh DIY.  Sumbu filosofis ini terbentang mulai dari Tugu Pal Putih- Malioboro- Keraton Yogyakarta - hingga Panggung Krapyak. Di samping itu kota Yogyarta Kota ini terbelah oleh sumbu imajiner yang terbentangkan dari Laut Kidul sampai Gunung Merapi.

''Sumbu-sumbu itu memiliki filosofi kehidupan manusia mulai dari kelahiran sampai kembali kepada Sang Pencipta. Hal itu diwujudkan degan bangunan-bangunan penanda  yang diciptakan mulai Sultan Hamengku Buwono X . Hal itu  yang mau kita lestarikan, karena tidak ada di tempat lain,'' kata dia.

Di bagian lain Dian mengatakan untuk Kotagede sekarang juga masih dikaji apakah nanti menjadi satu rangkaian dengan kota Yogyakarta atau bagaimana masih akan dilihat dulu. ''Kami memfokuskan Kota Yogyakarta dan Kotagede untuk diangkat ke internasional sebagai warisan budaya dunia karena kedua wilayah tersebut potensial. Namun apakah nanti yang diangkat Kota Yogyakarta dan Kotagede secara bersama-sama menjadi satu seri atau satu-satu sekarang sedang dikaji,'' ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement