Kamis 12 Feb 2026 14:44 WIB

Susul Indonesia, Turki Hingga Saudi, Israel Masuk Keanggotaan Dewan Perdamaian

Kehadiran Israel dinilai akan memunculkan kritik dari banyak pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Israel telah bergabung dengan inisiatif "Dewan Perdamaian" Presiden AS Donald Trump. Demikian disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu selama kunjungannya ke Washingto. Netanyahu berkunjung ke AS untuk bertemu dengan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Gambar yang dirilis sebelumnya pada Rabu setelah pertemuan Netanyahu-Rubio menunjukkan mereka memegang dokumen dengan tanda tangan Netanyahu tentang bergabungnya Israel ke dewan tersebut.

Baca Juga

Netanyahu mengatakan pada Rabu bahwa ia telah menandatangani aksesi Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'. Dalam pertemuan itu, Netanyahu juga membahas Iran dengan Trump.

Awasi pemerintahan Gaza

Resolusi Dewan Keamanan PBB, yang diadopsi pada pertengahan November, memberi wewenang kepada dewan dan negara-negara terkait di dalamnya untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Pembentukan pasukan dilakukan di tengah gencatan senjata yang rapuh dimulai pada Oktober di bawah rencana Trump yang disetujui oleh Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. Indonesia dilaporkan termasuk yang akan lebih dulu berangkat ke Gaza. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement