Ahad 23 Jun 2013 15:44 WIB

Cari Selongsong Peluru, Tiga Bocah Tewas Tertimbun Longsor

Rep: Lilis Handayani/ Red: Nidia Zuraya
Tanah longsor (ilustrasi).
Foto: Antara
Tanah longsor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Tiga bocah warga Blok Cibogo Kampung Sumur Loa, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, tewas tertimpa longsoran tanah. Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (22/6) saat ketiganya tengah asyik mencari selongsong peluru di bekas galian C Kawasan Kopi Luhur, Kota Cirebon.

Dari ketiga bocah itu, dua di antaranya tewas di lokasi kejadian, yakni Muhamad Wisnu (11) dan Muhammad Muslim (11). Sedangkan satu korban lainnya, Gozali (11) tewas setelah sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Gunung Jati Cirebon.

Saat peristiwa itu terjadi, ketiga bocah tersebut sedang asyik mencari selongsong peluru, bekas latihan tembak anggota Korem 063 Siliwangi Cirebon. Saat itu, mereka bermain bersama anak-anak lainnya. Di antaranya, Cecep (9), Asep (9), Sonip (9), Sukron (9), dan Malkan (9), kesemuanya warga Kelurahan Argasunya.

Ketika sedang mengorek batu cadas untuk mencari selongsong peluru, mereka tak menyadari adanya pergerakan tanah pada tebing setinggi empat meter di atas mereka. Akibatnya, mereka tidak sempat menghindar saat longsoran tanah menuju ke bawah hingga akhirnya menimbun mereka. Warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung berusaha menolong para korban. Warga pun segera menghubungi pihak kepolisian.

 

Saat ditemukan warga, korban Wisnu dan Muslim ternyata sudah tewas di lokasi kejadian. Sedangkan anak-anak lainnya, termasuk Gozali, mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan. Mereka rata-rata menderita luka dalam dan patah tulang akibat terhantam tanah keras yang mengenai tubuh mereka.

 

Namun, setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit, Gozali tidak dapat bertahan dan akhirnya  meninggal dunia. Sementara jenazah Wisnu dan Muslim dievakuasi ke rumah masing-masing. ‘’Anak-anak itu sedang mencari selongsong peluru tepat di bawah tebing,’’ kata salah seorang warga setempat, Sueb.

 

Dihubungi terpisah, Kapenrem 063/SGJ, Mayor Inf Zarkoni Rahmadi, mengungkapkan, lokasi tersebut sebelumnya memang menjadi tempat latihan menembak. Namun, saat longsor terjadi, latihan menembak telah selesai dan seluruh anggota maupun pendukung sudah tak berada di lokasi.

 

Setelah mendapat laporan mengenai peristiwa tersebut, Danrem beserta perwira dan beberapa anggota datang ke tempat duka. Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan bantuan sembako dan tali asih uang duka bagi keluarga korban. Selain itu, Korem juga menanggung biaya perawatan para korban yang dirawat di RS Ciremai. ‘’Kami juga mengantar ketiga jenazah ke liang lahat,’’ tutur Zarkoni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement