Selasa 02 Apr 2013 18:55 WIB

Soekarwo Enggan Tanggapi Hasil Survei

Rep: Amri Amrullah/ Red: Hazliansyah
Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.
Foto: seputarmanusia.wordpress.com
Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Bakal calon gubernur Jawa Timur dari petahana, Soekarwo, menanggapi dingin hasil survei yang mengungkapkan elektabilitasnya bersama Saifullah Yusuf menurun.

"Saya tidak komentar terhadap hal itu, sebab itu kan hanya survei. Apalagi saya bukan ahli survei," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/4).

Kandidat gubernur yang juga menjabat gubernur Jatim ini enggan berkomentar lebih jauh terkait survei tersebut, yang mengungkapkan elektabilitas KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) terus turun hingga diambang batas 50 persen.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, tidak mengetahui survei-survei seperti itu. Karena, menurut dia, jelang pilkada, munculnya hasil survei itu adalah hal yang biasa dan tidak ada yang fenomenal.

Sebelumnya, fungsionaris Partai Golkar Jatim, Ridwan Hisjam, mengatakan berdasarkan laporan survei yang diterimanya bahwa elektabilitas bakal calon gubernur Jawa Timur Soekarwo menurun di bawah 50 persen dari sebelumnya sekitar 53 persen.

Menurunnya elektabilitas Soekarwo berbanding terbalik dengan bakal cagub Khofifah Indar Parawansa. Semula, angka ketua umum PP Muslimat NU tersebut berkisar 20 persen. Namun, saat ini merangkak naik meski tidak sampai melebihi Soekarwo.

Anehnya, ia tidak mau menyebut angka pasti survei itu dan lembaga surveinya. Namun, ia memastikan, dukungan Golkar terhadap pasangan KarSa tidak akan berubah. Karena penurunan elektabilitas itu, masih menjadikan Soekarwo sebagai kandidat pertama terkuat di Pilgub Jatim.

"Hasil survei lembaga survei itu tidak mengubah rekomendasi Partai Golkar. Sebab, surat rekomendasinya sudah turun dan akan diserahkan ketua umum ke Soekarwo di Malang, 5-6 April 2013," kata mantan ketua DPD I Partai Golkar Jatim tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement