Jumat 21 Aug 2026 10:00 WIB

FEB UIN Jakarta Bidik Akreditasi AACSB, Targetkan Standar Global 2029-2030

FEB UIN Jakarta juga menargetkan peningkatan proporsi dosen berkualifikasi SA.

Kegiatan workshop evaluasi dan penguatan tata kelola akademik Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Foto: FEB UIN Jakarta
Kegiatan workshop evaluasi dan penguatan tata kelola akademik Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyiapkan langkah menuju akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) setelah Program Studi Doktor (S3) Perbankan Syariah meraih predikat "Unggul" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Persiapan tersebut mencakup penguatan tata kelola akademik, kualitas dosen, sistem penjaminan mutu, hingga pembaruan kurikulum dan pedoman disertasi.

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu Qizam mengatakan, predikat "Unggul" dari LAMEMBA menjadi pijakan untuk meningkatkan standar akademik menuju pengakuan internasional.

Baca Juga

"Kami menetapkan visi transformasi kelembagaan yang kuat untuk menjadi Global Islamic Business School. Persiapan dokumen kelayakan (eligibility) AACSB kami targetkan secara matang pada kurun waktu 2029–2030. Untuk itu, pembenahan kualitas, disiplin pelayanan bimbingan, serta standarisasi mutu penelitian mahasiswa S3 mutlak harus segera diimplementasikan secara konkret," kata Ibnu Qizam dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan, FEB UIN Jakarta juga menargetkan peningkatan proporsi dosen berkualifikasi Scholarly Academic (SA) dari sekitar 20 persen menjadi minimal 60 persen pada 2029. Target tersebut diperlukan untuk memenuhi standar kualifikasi fakultas (faculty sufficiency) dalam akreditasi AACSB.

Guru Besar sekaligus Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Manajemen FEB Universitas Indonesia Sri Rahayu Hijrah Hati mengatakan, proses akreditasi internasional perlu dibangun berdasarkan kondisi dan keunikan institusi, bukan sekadar mengejar kelengkapan dokumen.

"Asesor AACSB sangat menghargai keunikan institusi. Keterbatasan regulasi ganda dari Kemenag maupun Kemendikdiktisaintek di UIN Jakarta justru harus diceritakan dengan jujur sebagai narasi sejarah operasional lembaga. Poin paling krusial adalah bagaimana FEB UIN menonjolkan distingsi mutunya, yaitu integrasi keilmuan ekonomi dan nilai-nilai keislaman (Integration of Knowledge) yang diturunkan secara konkret ke dalam Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)," ungkap Cici.

Cici juga memaparkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari pemetaan portofolio dosen, sistem Assurance of Learning (AoL) berbasis pengukuran langsung, hingga kebutuhan pembiayaan untuk mendukung transformasi kelembagaan.

Sementara itu, Ketua Program Studi S3 Perbankan Syariah Nur Hidayah mengatakan, program studi menyiapkan sejumlah perubahan dalam kurikulum dan pedoman disertasi untuk meningkatkan kualitas serta mempercepat penyelesaian studi mahasiswa doktoral.

Salah satu perubahan berupa penerapan kelas khusus Systematic Literature Review (SLR). Program studi mengalokasikan tiga dari delapan SKS publikasi ilmiah untuk mata kuliah metode SLR pada semester pertama.

Melalui metode tersebut, mahasiswa ditargetkan memiliki draf publikasi yang siap dikirim ke jurnal internasional bereputasi sebelum menjalani sidang hasil. Program studi menargetkan masa studi mahasiswa doktoral dapat mencapai rata-rata 3 hingga 3,5 tahun.

Selain itu, mahasiswa akan didorong meningkatkan literasi kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung produktivitas akademik. Penggunaan sejumlah perangkat AI tetap disertai verifikasi referensi melalui pangkalan data akademik seperti Scopus.

Program studi juga menyiapkan pilihan format disertasi berbasis kompilasi tiga manuskrip artikel jurnal yang terhubung dalam satu payung riset (umbrella research). Format tersebut menjadi alternatif dari model disertasi konvensional lima bab.

Dalam pedoman akademik baru, FEB UIN Jakarta juga akan menetapkan sejumlah standardisasi penulisan, termasuk pembatasan judul disertasi maksimal 14 kata serta kewajiban abstrak dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

Selain kurikulum, FEB UIN Jakarta akan memperkuat tata kelola hubungan promotor dan mahasiswa. Model bimbingan didorong bergeser dari hubungan hierarkis menjadi kemitraan kolaboratif (value co-creation).

Fakultas juga menyiapkan kebijakan penonaktifan sementara (grounding) bagi promotor yang terbukti mengabaikan atau mempersulit proses bimbingan mahasiswa. Distribusi alokasi bimbingan promotor akan dipublikasikan melalui rapat pleno semesteran untuk mencegah penumpukan mahasiswa pada promotor tertentu.

Program studi juga akan menerapkan SOP Sidang Komisi internal. Sebelum ujian mahasiswa dimulai, tim penguji dan promotor diwajibkan melakukan rapat tertutup selama 15 menit untuk menyamakan instruksi perbaikan.

Draf revisi Pedoman Penulisan Disertasi dan SOP Pembimbingan Akademik selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh dosen untuk mendapatkan masukan pada awal September. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan FEB UIN Jakarta menuju tata kelola akademik yang memenuhi standar internasional.

Berita Lainnya

Rekomendasi