REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Qatar Sheikh Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Pertemuan itu sebagai balasan setelah Sjafrie berkunjung ke Doha, Qatar pada Sabtu (12/4/2025).
Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menuju Defence Cooperation Agreement (DCA) yang lebih komprehensif. Menhan RI menjelaskan, saat ini Indonesia dan Qatar sedang menyusun DCA. Sebelum perjanjian tersebut difinalisasi, kedua negara terlebih dahulu mengikat komitmen melalui penandatanganan MoU.
"Hari ini kita akan menandatangani satu pokok keterikatan menuju Defence Cooperation Agreement (DCA). Selama ini, kita akan bekerja sama, baik yang berkaitan dengan pelatihan, pendidikan, maupun industri pertahanan, baik itu industri pertahanan darat dan laut," ujar Menhan dalam joint statement di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.
Selain itu, kata Sjafrie, kedua pihak menyepakati peningkatan kerja sama pelaku industri pertahanan dari kedua negara. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri pertahanan Indonesia dan Qatar. "Indonesia meyakini kerja sama ini tentunya akan menghasilkan keuntungan bersama dan mutual respect (saling menghormati) antara Indonesia dan Qatar," ujar Sjafrie.