REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – PT Jasa Marga telah menyiapkan langkah antisipatif di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, Kabupaten Bandung, dalam menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Prediksi ini seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama pada tanggal tersebut.
Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan. "Prediksi itu berdasarkan berakhirnya masa cuti bersama pada tanggal 24 Maret 2026," kata Agni di Bandung, Senin.
Langkah antisipatif ini mencakup ketersediaan mobile reader dan fasilitas top up E-Toll, kesiapan dan kompetensi petugas, serta memastikan layanan transaksi sesuai dengan SOP dan tupoksi. "Dioptimalkan juga tujuh gardu dan bantuan tap oleh petugas," tambahnya.
Usaha ini dilakukan untuk memastikan bahwa rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C ratio) pada gerbang tol tetap di bawah 0,8, sehingga tidak terjadi kemacetan total. Sejak 22 Maret, GT Cileunyi telah mencatat peningkatan arus kendaraan, dengan 39.356 kendaraan masuk atau naik sebesar 18,76 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berjumlah 33.140 kendaraan.
Sementara itu, volume lalu lintas di GT Pasteur menuju Jakarta juga meningkat, dengan 35.619 kendaraan atau naik 2,06 persen dari lalu lintas normal sebanyak 34.899 kendaraan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.